Mie Aceh Jaly-Jaly, Ampera, Jakarta

Mie Aceh Jaly-Jaly, Ampera, Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswrdan membagikan cerita tentang mi Aceh yang enak ketika dirinya mampir di warung Mie Aceh Jaly-Jaly yang berada di Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Cerita ini berawal saat Anies dalam perjalanan pulang dari sebuah kegiatan di Kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (19/3/2021) malam.

“Sudah lama tidak makan mi Aceh, semalam dalam perjalanan dari sebuah kegiatan di kawasan Mampang terlewatilah sebuah warung mi (di Jalan Ampera Raya). Spontan saja tertarik dan minta pengemudi untuk mampir. Jadi mobil putar balik, lalu kita berhenti dan semua mampir,” tutur Anies dalam Facebook pribadinya, Sabtu (20/3/2021).

Anies mengaku mie dan semua sajiannya sungguh lezat. Apalagi bumbu rempah nusantaranya yang membuat mi goreng aceh spesial yang disantap Anies semakin nikmat.

“Mi Aceh memang enak. Bumbu rempahnya berani: terlihat warna rempahnya dan begitu dimakan serasa ada sengatan nikmat rempah Nusantara. Satu lagi, ukuran minya tidak basa-basi: besar dan liat,” ungkap Anies.

“Makanan dan minuman yang disajikan sungguh lezat. mi goreng Aceh, nasi goreng, roti cane sampai es timun serut, semua kita coba. Ketika dicari di Internet, ternyata warganet setuju dan memberikan penilaian sangat tinggi untuk warung ini. Semalam saya makan mi goreng Aceh spesial. Enaknya kelewatan. Satu lagi, teh tariknya benar-benar menarik,” cerita Anies menambahkan.

Anies juga mengapresiasi pemilik warung yang tetap taat protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitasnya serta memastikan pengunjung menjaga jarak. “Walau kecil, mereka beri tanda silang di meja, mengirimkan pesan bahwa mereka taat protokol kesehatan. Semua yang bekerja pakai masker. Padahal area masaknya panas dan lembab. Salut” kata dia.

Dalam unggahan tersebut, Anies kemudian menceritakan sejarah dan hal ikwal terkait warung mi Aceh tersebut. Warung tersebut sudah delapan tahun beroperasi. Juru masak dan semua yang bekerja melayani adalah anak-anak muda asal Bireuen, Aceh. Mereka merantau ke Jakarta dan menemukan kesempatan usaha mi Aceh ini.

Anies juga sempat dialog dengan mereka dan menanyakan tempat tinggal mereka. Dengan senyum lebar mereka menjawab, bahwa mereka tinggal juga di warung tersebut. Kalau warung ditutup, semua kursi dan meja digeser, lalu gelar alas untuk tempat tidur. Pagi harinya, mereka kemudian membagi tugas, ada yang yang belanja ke Pasar Minggu dan ada yang siap-siap menata tempat untuk mulai bekerja lagi pada pukul 10.00 WIB.

“Inilah wajah anak-anak muda ulet, tangguh dan tanpa tanda lembek, loyo. Mereka adalah contoh anak-anak muda yang merantau untuk berjuang, mereka jalani kesempatan dengan keseriusan dan dalam keceriaan. Anak-anak tangguh seperti inilah yang membuat kita makin optimistis bahwa masa depan bangsa kita ini insyaallah kita bisa lebih cerah,” pungkas Anies.

Text source: https://www.beritasatu.com/amp/archive/748555/cerita-anies-tentang-mi-aceh-enak-di-pinggir-jalan-ampera-raya

Photo : koleksi pribadi

Bakmi Ayam Jamur Tjandra – Cempaka Putih, Jakarta

Bakmi Ayam Jamur Tjandra – Cempaka Putih, Jakarta

Akhirnya cobain juga bakmi Tjandra yang katanya enak.
Tempatnya cuma kayak tendaan gitu tapi ga pakai tenda. Ada beberapa kursi dan meja panjang.
Di sini pesan bakmi ayam jamur pakai bakso seharga 20k.
Rasanya sebenarnya cukup enak tapi aku uda expect cukup tinggi tapi ga seenak yang aku pikirin. Minya mirip bakmi gerobakan sih. Ayam dan jamurnya enak.

Baksonya tipe halus tapi agak padat. Kayaknya bikin sendiri deh. Kekenyalan minya pas.

Text source : https://pergikuliner.com/restaurants/jakarta/bakmi-ayam-jamur-tjandra-cempaka-putih

Photo : koleksi pribadi

Deloret Cafe, Jakarta

Deloret Cafe, Jakarta

Tak perlu jauh-jauh ke Puncak kalau ingin melepas penat di akhir pekan. Ada kafe outdoor di Cilandak, Jakarta Selatan yang menawarkan suasana layaknya di Puncak.

Kawasan Puncak, Bogor memang selalu menjadi destinasi favorit warga Jakarta dan sekitarnya untuk melepas penat di akhir pekan. Kafe berkonsep outdoor yang asri dan sejuk menjadi salah satu incaran untuk dikunjungi saat ke Puncak, Bogor.

Namun, kini kamu tak perlu lagi pergi jauh ke Puncak, Bogor untuk menikmati kafe outdoor yang asri dan sejuk. Karena, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan ada salah satu kafe yang menawarkan sensasi layaknya sedang berada di Puncak.

Kafe bernama Deloret yang baru beberapa bulan ini hadir, dapat menjadi alternatif tempat nongkrong yang seru. Lokasinya juga mudah dijangkau dan pastinya akan terhindar dari kemacetan menuju Puncak.

Penasaran dengan suasana asri dan sejuk yang ditawarkan oleh Deloret Cafe. Dari bagian depan kafe, pasti kamu tak akan menyangka kalau tempat ini mampu menghadirkan suasana Puncak.

Karena hanya seperti kafe pada umumnya yang terkesan kecil. Namun, saat masuk ke bagian dalamnya kamu akan terkejut melihat tempatnya yang luas dan suasananya sangat hijau. Benar-benar terasa seperti sedang berada di Puncak, Bogor.

Selain area indoor-nya, ada juga area outdoor di bagian bawahnya. Kamu harus melewati beberapa anak tangga untuk menuju ke sana. Baru melihat suasananya saja sudah terbayangkan cozy dan serunya nongkrong di kafe ini bersama teman-teman.

Untuk menguatkan kesan ‘Puncak’ yang kental, Deloret memiliki 3 area makan yang didesain seperti tenda. Biasanya desain tempat makan seperti ini bisa ditemui di kafe yang berlokasi di Puncak, Bogor, atau Bandung.

Spot tempat makan dengan tenda transparan ini salah satu yang menjadi favorit di Deloret. Selain digunakan untuk tempat menyantap makanan, banyak juga yang berfoto-foto di sana.

“Konsep kita industrial minimalis. Kebanyakan orang bilang Deloret ini di Jakarta Selatan tapi rasanya kayak di Puncak, di Bandung,” ujar Septian Denan Subekti selaku Owner Deloret Cafe kepada detikFood (11/11).

Area outdoor dari Deloret Cafe ini sangat luas. Karena dibuat memiliki suasana seperti di Puncak, jadi nuansa hijaunya sangat kental. Di sekelilingnya ditanamai tanaman hias, ada juga pohon-pohon yag membuatnya tampak teduh. (***)

Text source : https://www.ktrindonesia.com/lifestyle/pariwisata/nongkrong-seru-di-deloret-cafe-kafe-rasa-puncak-di-cilandak/amp/

Photo : koleksi pribadi

Anggrek Indonesia

Anggrek Indonesia

Macam anggrek di Indonesia terdiri dari beragam spesies. Sebagai tanaman hias yang dikenal dengan kecantikan warna dan bentuknya, macam anggrek selalu jadi buruan para kolektor. Anggrek dilambangkan sebagai simbol cinta, kemewahan, dan keindahan.

Di Indonesia ada banyak macam anggrek yang bisa ditemui. Macam anggrek ini bahkan bersifat endemik yang membuatnya begitu spesial. Menurut para ilmuwan, Indonesia adalah tempat ribuan macam anggrek hidup. Tercatat kurang lebih 5 ribu spesies anggrek merupakan spesies asli Indonesia.

Dari jumlah spesies tersebut, sekitar 986 spesies tersebar di hutan putau Jawa, 971 spesies berada di Sumatera, 113 spesies tumbuh di Maluku dan sisanya dapat ditemukan di Sutawesi, Papua, Nusa Tenggara dan Katimantan. Macam anggrek ini punya keistimewaan tersendiri.

Text source: https:///hot/read/4583588/macam-anggrek-di-indonesia-menurut-spesiesnya-ketahui-persebarannya

Photo : koleksi pribadi

Cobek Penyet, Trans mart Cempaka Putih, Jakarta

Cobek Penyet, Trans mart Cempaka Putih, Jakarta

Sebagai penggemar berat masakan indonesia, saya dan keluarga selalu nyari restoran yang menyediakan masakan indonesia kemana pun kami pergi. kebetulan sabtu siang lagi di kokas dan bingung makan dimana karena udah kelaperan banget, jadi pas liat cobek penyet langsung aja melipir kesini.
cobek penyet ini lokasinya ada di sebelah pho 24, restonya kecil dan rame banget. saya sampe harus waiting list, tapi karena udah penasaran sama makanannya jadi rela nunggu. suasana restonya serba kuning dan jarak mejanya deket banget, berasa gabungan makannya sama meja dikanan kiri lol.
saya pesen beberapa menu paketnya nih:

1. Paket Ayam:

paket ayam ini isinya lumayan lengkap, ada ayam penyet (bisa pilih paha atau dada), tahu, tempe, nasi, lalapan, dan sambel. buat ukuran harga 40k+ sih ini murah ya karena isinya lengkap, tapi sayang ngga termasuk minum. ayamnya lebih kecil dari meja sebelah, mungkin karena paketan kaliya. sambelnya sih lumayan enak, tapi ngasih sambelnya kurang banyak.


2. Paket Bebek:

nah ini paket pesenan saya, bebeknya pun bisa pilih mau bagian apa. isian dari paketnya juga sama seperti paket ayam. saya pilih paha, lumayan lah ukurannya tapi sayang ada bagian bebeknya yang kurang mateng jadi agak sedikit bau. padahal bebeknya cukup gurih. untuk nasinya dikit sih, saya sampe makan 2 porsi nasi baru kerasa kenyang.


3. Tahu Goreng:

tahu gorengnya gede dan isinya padet. tapi gangerti kenapa rasanya tawar banget, gaada gurih atau pedes gitu. dikasih cabe cuma satu di tiap tahu, itu juga kecil banget cabenya. kurang enak nih.


4. Oseng Pare:

buat oseng parenya bikin kecewa sih, pertama karena mesen oseng pare datengnya ngga bareng dengan makanan lain. sampe nasi hampir habis baru parenya dateng. sebel banget juga pas liat biji parenya banyak yang ngga kebuang, motong parenya juga keliatan asal-asalan. ada potongan yang gede banget dan ada yang kecil, rasa pait dari parenya bahkan masih kerasa banget. ngga enak deh, saking lama keluarnya saya jadi ngga sempet foto ini pare soalnya tangan udah kotor.


5. Es Campur:

es campurnya kirain isinya bakalan banyak gitu taunya cuma nangka, kelapa, dan alpukat. udah gitu aja isinya, rasanya juga biasa banget.


6. Es jeruk kelapa:

es jeruk kelapa ini pesenan kakak saya dan ternyata rasanya GAK ENAK! jeruknya sepet banget pokoknya fail deh. ngga ada yang mau ngabisini ini minuman saking rasanya ngga enak, rasa kelapanya kalah banget sama jeruknya. tapi jeruknya ngga manis dan malah sepet. aduh bayangin minum ini lagi aja udah gaenak.
soal harga emang lumayan murah sih, kalo dibanding tekko ataupun leko mah cobek penyet jauh lebih murah. tapi mungkin kualitasnya harus banget ditingkatin!

Text source : https://pergikuliner.com/restaurants/jakarta/cobek-penyet-tebet

Photo : koleksi pribadi

Taman Situ Lembang, Jakarta

Taman Situ Lembang, Jakarta

Wisata di Jakarta tidak melulu harus berkunjung ke tempat-tempat berbayar saja. Di tengah megapolitan, ada beberapa spot wisata gratis yang bisa dicoba, seperti misalnya berkunjung ke taman kota.

Taman Situ Lembang Jakarta Pusat, dapat menjadi salah satu alternatif tempat wisata gratis untuk dikunjungi.

Lokasinya yang cukup strategis berada di tengah kota Jakarta, membuat Taman Situ Lembang cukup mudah ditemui.

Tepatnya ada di Jalan Lembang Terusan, Menteng, tak jauh dari Taman Suropati, Jakarta Pusat.

Jika pendengar RRI ingin ke sini, tak ada biaya tiket masuk yang dikenakan alias gratis. Sehingga siapa saja bisa menikmati waktu bersantai dengan leluasa.

“Taman ini gratis koq mas, dan memang Situ Lembang tidak terlalu ramai seperti taman-taman pada umumnya,” kata Eko, petugas parkir Taman Situ LKembang, Jakarta Pusat, saat ditemui RRI.co.id, Minggu (02/01/2022).

Selama masa PPKM DKI Jakarta, Taman Situ Lembang dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan.

Mulai dari pertama masuk ke area taman, sampai berada di dalam kawasan.Prokes yang dimaksudkan di antaranya, pengunjung harus mengisi buku tamu terlebih dahulu sebelum masuk ke area taman.

Selain itu, untuk wahana playground atau taman bermain anak juga sementara waktu belum bisa digunakan, contohnya ayunan dan seluncuran.Meski begitu, di sini ada beberapa aktivitas seru yang dapat dilakukan. Seperti menikmati udara segar sambil bersantai, atau juga berolahraga.

“Banyak yah fasilitas di sini mas, ada ayunan, prosotan, angsa, dan ada juga lemari buku yang buku itu dapat dipinjam pengunjung,” ujarnya.

Anda juga bisa berinteraksi dengan beberapa ekor angsa yang ada di area taman. Taman ini, dikelilingi dengan tanaman-tanaman hijau yang tertata rapih.Menariknya, di sana terdapat sebuah danau buatan yang juga dilengkapi dengan air mancur di tengahnya.

Bersantai, sambil menikmati suasana asri dari pinggir danau Taman Situ Lembang, Jakarta Pusat, bisa jadi pilihan aktivitas seru yang dapat dicoba. Selain itu, bersantai di sini pun semakin asyik dengan adanya fasilitas wifi gratis yang bisa dinikmati.

Kalau ingin berkunjung ke sini, datanglah di sore hari sehingga bisa menikmati suasana senja dari pinggir danau Taman Situ Lembang.

Selama masa PPKM, Taman Situ Lembang dibuka hingga pukul 18.00 WIB. “Taman Situ Lembang buka dari pukul 07.00 sampai 18.00 WIB,” pungkasnya.

Text source : https://m.rri.co.id/humaniora/wisata/1312154/nikmati-senja-dalam-kesunyian-taman-situ-lembang

Photo : koleksi pribadi

Taman Suropati, Jakarta

Taman Suropati, Jakarta

Taman Suropati merupakan salah satu taman yang cukup menarik yang ada di kawasan Menteng Jakarta Pusat. Taman ini dikelilingi oleh Jalan yang bernama Jalan Suropati.

Nama Taman Suropati diambil dari nama pahlawan nasional Untung Suropati. Taman yang sudah ada sejak jaman Belanda ini kerap dijadikan warga untuk lari sejenak dari kepenatan kota Jakarta.

Untuk kamu yang mungkin belum pernah dtang ke Taman Suropati, berikut ini beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan jika berkunjung kesana:

1. Memberi makan merpati

Kalau datang ke Taman Suropati, kamu akan menjumpai banyak burung-burung merpati yang terbang bebas di area ini.

Sebuah lokasi yang cocok untuk mengajak jalan-jalan keluarga utamanya si kecil. Di taman ini, pengunjung bisa jalan-jalan sembari memberi makan burung-burung merpati yang tentunya akan membuat si kecil gembira

2. Menghirup udara segar

Tempatnya yang nyaman, pohon-pohonnya yang rimbun, dan pemandangannya yang indah adalah salah satu alasan mengapa taman ini begitu digemari.

Tempat ini memberikan suasana alami, apalagi ditambah dengan hadirnya air mancur dan keberadaan para merpati.

Kalau kamu mencari udara segar di tengah udara Jakarta yang panas dan berpolusi, maka Taman Suropati adalah tempat yang tepat.

3. Wisata kuliner

Di sekitar area Taman Suropati, terdapat cukup banyak penjaja kuliner yang menjual beraneka rupa makanan.

Sekitar pukul setengah 6 sore di Taman Suropati, para pedagang mulai bermunculan. Mulai dari tukang bakso, siomay, penjual minuman, es krim, dan tentunya nasi gila, makanan khas Taman Suropati.

4. Melihat Monumen ASEAN

Terdapat enam Monumen ASEAN di Taman Suropati. Enam Monumen ASEAN tersebut dibuat oleh para seniman dari berbagai negara di ASEAN.

Keenam negara yang ada di Monumen ASEAN tersebut adalah Brunei Darussalam, Thailand, Indonesia, Singapura, Filipina dan Malaysia.

5. Berolahraga

Lokasi Taman Suropati merupakan lokasi yang ideal untuk berolahraga. Beberapa aktivitas olahraga bisa kamu lakukan di tempat ini seperti jogging, atau bersepeda.

Kamu juga bisa sekedar jalan-jalan mengitari taman, sembari bercengkerama dan menikmati sore di tempat ini.

6. Foto-foto

Taman Suropati memiliki cukup banyak sisi-sisi yang instagrambale. Bangku-bangku yang tertata rapi dengan rumput-rumput yang menghijau adalah lokasi yang tepat untuk berswafoto.

Pun pemain biola, saxophone maupun merpati yang berkeliaran juga bisa menjadi sasaran kamu untuk mengabadikannya melalui lensa kamera.

7. Menikmati Malam

Taman Suropati juga cocok didatangi pengunjung ketika malam hari tiba. Kamu bisa menikmati asiknya malam dengan berkeliling area taman yang dihiasi cukup banyak lampu-lampu bernyala kuning.

Selain lebih sepi, hawa sejuk yang berhembus, membuat Taman Suropati kian terasa syahdu.

Text source : https://travel.kompas.com/read/2019/06/22/191000227/7-aktivitas-yang-bisa-kamu-lakukan-di-taman-suropati-jakarta?page=2

Photo : koleksi pribadi

Pejaten Village Mall, Jakarta

Pejaten Village Mall, Jakarta

Pejaten Village adalah adalah konsep pusat perbelanjaan terintegrasi dengan hiburan untuk anak – anak yang berlokasi tepatnya di Jalan Warung Jati Barat No. 39, Jati Padang, Pasar Minggu, RT.1/RW.5, Jati Padang, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550, Indonesia. Telpon: +62 21 7822611. Mall ini berdiri di atas lahan dengan luas 2 hektare dan luas bangunan mencapai 58.000 meter persegi. Pejaten Village mempunyai 6 lantai yang digunakan sebagai pusat perbelanjaan dan 2 lantai bawah tanah (basement) digunakan untuk parkir. Lahan parkir ini mampu menampung parkir 2000 unit kendaraan roda empat dan 2100 kendaraan roda dua.

Pada awalnya, Pejaten Mall berdiri pada tahun 1991 dan dikelola oleh Pacific Star Properties. Ltd. Beberapa toko penyewa yang berada di mall ini pada sekitar tahun 1991 terdiri dari Mega 21, Rimo Department Store, TOPS Supermarket, dan area tempat makan bernama Megabitez. Dari beberapa nama penyewa tersebut, seiring berjalannya waktu, pihak penyewa kemudian berganti dari Rimo dan TOPS ke Matahari Department Store dan Hypermart. Hingga akhirnya, pada tahun 2008 seluruh sahamnya dikelola oleh PT Lippo Karawaci Tbk.

Pejaten Mall mulai berbenah diri dengan mengubah seluruh bangunan dan baru diresmikan pada tanggal 19 Desember 2008 dengan perubahan nama menjadi Pejaten Village. Berdiri di atas lahan seluas 2 hektare di wilayah Jakarta Selatan, proyek senilai 50 juta dollar AS ini, diklaim sebagai an extraordinary mall.

Terdiri atas enam lantai yang merangkum 165 unit toko, Pejaten Village memiliki keunikan tersendiri dalam menamai lantai-lantai di mall tersebut. Biasanya, di mall lain selalu menamakan lantai-lantai di dalam mall dengan urutan lantai seperti Ground Floor, Upper Ground, dan lainnya, tapi pihak pengelola Pejaten Village menamainya sangat unik sehingga mudah untuk diingat pengunjung, apalagi bagi anda yang gemar berbelanja. Julukan ini diambil berdasarkan mayoritas toko yang ada di lantai tersebut, seperti ’Jalan-jalan’ untuk lower ground, ’Griya Gaya’, ’Warna-warni’, ’Planet Gaul’, ’Pernak-pernik’ dan ’Rame-rame’ untuk lantai di atasnya.

Keunikan ini tidak hanya pada penamaan, namun juga pada konsep dan fisik ruang seperti al fresco deck seating and dining yang ada di lantai satu dan open space children playground. Di tiap lantai anda akan menemukan beberapa gerai seperti Matahari Department Store, Hypermart, XXI Cinema, Toko Buku Gramedia, dan Electronic Solution.

Pejaten Village juga dilengkapi dengan toko bermerek seperti J.CO Donuts & Coffee, Breadlife, Mainan City, Sour Sally, Crocs, dan banyak lainnya.

• Lower Ground/ Jalan-jalan : Hypermart, Body & The Face Lab, A&W, Kembang Lawang, Bread Life, dan Pusat Perbelanjaan lainnya

• Ground Floor/ Griya Gaya : Matahari Department Store, Watch Solution, Domino’s Pizza, Roppan, The Coffee Bean & Tea Leaf, J.CO Donuts & Coffee, dan Pusat Perbelanjaan lainnya

• Upper Ground/ Warna-warni : Matahari Department Store, Inul Vizta, Korz,Yongki Komaladi, Kidz Station, Sport Station, dan Pusat Perbelanjaan lainnya

• Lantai 1/ Planet Gaul : Matahari Department Store, Gramedia, Solaria, dan Pusat Perbelanjaan lainnya

• Lantai 2/ Pernak-pernik : Matahari Department Store, Toys City, Polo, Electronic Solution, Home Solution, dan Pusat Perbelanjaan lainnya

• Lantai 3/ Rame-rame : Pejaten Village XXI, Fitness First, Kemiri Restaurant, PAXONE Barbershop, dan Pusat Perbelanjaan lainnya

Text source : https://infopromodiskon.com/mall/profile/pejaten-village/

Photo : koleksi pribadi

Imperial Kitchen & Dimsum, Pejaten Village Mal, Jakarta

Imperial Kitchen & Dimsum, Pejaten Village Mal, Jakarta

Imperial Kitchen & Dimsum adalah salah satu brand yang oleh Imperial Group yang menyajikan berbagai macam Chinese Food (No Pork No Lard)

Imperial Group membuka gerai pertama Imperial Kitchen & Dimsum pada tahun 2009 di Cilandak Town Square dan kini Imperial Kitchen memiliki gerai di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Bali

Salah satu daya tarik utama Imperial Kitchen & Dimsum adalah Dimsum. Imperial Kitchen menawarkan berbagai macam dimsum seperti siew mai, hakao, bakpao isi kuning telur, bakpao ayam BBQ kukus, bakso sapi kukus dengan kulit dadih, dan masih banyak lagi.

Selain Dimsum khas kami, nikmati hidangan khas kami seperti ayam goreng pedas dengan bawang putih, bebek panggang, tahu buatan sendiri dengan jamur shimeji, tumis Kai-lan dengan dua variasi, dan banyak pilihan rekomendasi koki dan minuman.

Text source : https://www.impgroup.co.id/our_brands/details/imperial-kitchen-dimsum

Photo : koleksi pribadi

do an, Menteng Central, Jakarta

Do an, Menteng Central, Jakarta

Makanan segar kini jadi incaran pelaku hidup sehat. Restoran Vietnam pun mulai jadi favorit banyak orang.

Salah satu restoran Vietnam yang populer di Jakarta adalah Do An. Restoran ini membuka satu lagi cabang baru yang ada di kawasan Kemang.

Nama ‘Do An’ secara harafiah berarti ‘makanan’. Restoran ini berkonsep casual dining yang ditata dengan interior cerah dan bersuasana nyaman.

Mulai beroperasi sejak 2004, Do An sudah membuka 9 cabang tersebar di Jakarta dan Bali. Restoran ini mempunyai ciri khas interior dengan warna alami kayu dilengkapi ornamen lampion merah dan kuning serta lukisan wanita Vietnam bercaping berbaju ai do.

Di cabang terbaru yang ada di Colony, Kemang Raya, Jakarta Selatan ini dilengkapi dengan photobooth. Pengunjung bisa berfoto dengan caping khas Vietnam.

Menu makan Do An di cabang baru ini sebagian masih sama dengan cabang-cabang lain. Seperti menu andalan Do An dan Pho Bo Dac Biet.

Pho Bo Dac Biet, berporsi besar dengan isian mie baras, irisan daging sapi, bakso, dan sukiyaki. Dilengkapi tauge, jeruk nipis, irisan cabe rawit dan sambal. Porsi yang besar dan rasa pedas gurihnya membuat hidangan ini jadi favorit di semua cabang Do An.

Demikian juga dengan Teh Lotus dan Ca Phe Sua Da atau es kopi susu Vietnam. Kopi yang digunakan diimpor langsung dari Vietnam sehingga terjaga kualitasnya.

Sedangkan menu baru yang ditawarkan adalah Khoai Mi Pho Mai atau singkong goreng dengan taburan keju cheddar. Ada pilihan rasa original atau spicy.

Menurut Lea, pemilik Do An, beberapa orang datang hanya untuk menikmati kopi dan teh Vietnam. Karenanya Do An menawarkan camilan baru teman ngopi berbahan singkong dan pisang. Kedua bahan ini juga populer di Vietnam.

Seiring maraknya tren makanan sehat, makanan Vietnam yang penuh serat juga semakin disukai masyarakat Indonesia. Sajian Vietnam terkenal sehat karen bahannya segar, memakai rempah segar dengan banyak teknis rebus dan panggang dalam pengolahannya.

Do An juga melakukan penyesuaian dengan lidah Indonesia, termasuk menu baru singkong dan pisang.

“Masakan Vietnam ini dikenal murah dan segar. Kita ambil rasa Vietnam selatan yang lebih berani agar cocok dengan lidah Indonesia.” tutur Lea dalam temu media pembukaan Do An cabang Kemang (27/9/16). (lus/odi)

Text source : https://food.detik.com/berita-boga/d-3309469/populerkan-makanan-segar-khas-vietnam-do-an-buka-cabang-ke-9

Photo : koleksi pribadi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai