Menteng Central, Jakarta

Menteng Central, Jakarta

Menteng Central adalah pusat perbelanjaan yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Selatan. Gedung ini hadir sebagai pusat perbelanjaan gaya baru yang memenuhi kebutuhan masyarakat akan berbagai hal.

Selain itu, Menteng Central juga menjadi salah satu tujuan favorit warga, karena aksesnya yang sangat mudah berkat lokasinya yang berada di pinggir jalan raya. Ditambah dengan konsep bangunannya yang sangat menarik dan menonjol, Menteng Central menjadi pusat perbelanjaan yang dibangun dengan konsep bangunan klasik di tengah bangunan bergaya modern di sekelilingnya. Itulah yang menjadi keunikan gedung ini sekaligus merupakan salah satu daya tarik utama di mata pengunjung.

Menteng Central sangat populer sebagai lokasi kuliner. Ini tidak lain, karena tenant makanan mendominasi gedung berjumlah tiga lantai ini. Jenis makanan yang terdapat di sini pun sangat beragam, mulai dari makanan tradisional hingga internasional. Tidak heran jika Menteng Central juga selalu dipadati pengunjung pada saat jam makan siang atau makan malam. Beberapa tenant makanan yang menjadi incaran di sini, antara lain Do An, Tamnak Thai, dan Sumo Sushi. Terdapat pula pilihan coffee shop, seperti Ya Kun Kaya Toast, Brownbag, dan J.CO Donuts and Coffee.

Tenant selain makanan juga tidak kalah menjadi incaran pengunjung. Misalnya, tenant barang elektronik, sepert iBox dan Global Teleshop. Ada juga salon anak Kiddy Cuts, tempat kursus Bahasa Mandarin Ginger Mandarin, Sprung Reflexology, dan tempat kursus menggambar Globalart. Dari segi fasilitas, Menteng Central tentu memberikan yang terbaik untuk pengunjungnya. Beberapa yang bisa dimanfaatkan pengunjung, adalah ruang ibadah, ATM center, dan lahan parkir.  

Pengunjung yang datang ke sini biasanya adalah para karyawan yang bekerja di sekitarnya. Ini tidak lain karena gedung tersebut berada dekat dengan area bisnis di Jakarta, seperti Kuningan dan Sudirman. Sehingga, Menteng Central menjadi lokasi makan siang atau casual business meeting.

Gedung perkantoran yang terletak di dekat Menteng Central salah satunya adalah Plaza UOB (1,7 km). Plaza UOB sendiri merupakan gedung perkantoran kelas A yang ditempati oleh perusahaan nasional maupun internasional. Beberapa perusahaan tersebut adalah PT Indo China World, PT Cordlife Indonesia, dan Uber Indonesia. Sementara, gedung perkantoran lainnya di dekat Menteng Central adalah Landmark Building (2 km), MNC Tower (2,7 km), dan MidPlaza (3,1 km). Banyak pula gedung kedutaan besar di kawasan Menteng yang dekat dengan Menteng Central. Di antaranya, adalah Kedutaan Besar Italia (2,3 km), Kedutaan Besar Austria (1,6 km), dan Kedutaan Besar Prancis (1,8 km).

Kawasan Menteng juga menjadi salah satu tujuan favorit para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Jadi, tidak heran jika banyak wisatawan yang mampir ke Menteng Central untuk makan atau sekadar minum kopi. Apalagi, gedung ini juga dekat dengan banyak hotel. Salah satunya adalah Ibis Budget Hotel, yang terletak tepat di seberang Menteng Central. Selain itu, juga dengan hotel-hotel di kawasan Menteng dan sekitarnya. Sebut saja, Mandarin Oriental (1,5 km), Holiday Inn Express Jakarta (1,9 km), The Hermitage, a Tribute Portfolio Hotel (2,1 km), dan Hotel Indonesia Kempinski (2,1 km).

 Menteng Central juga dikelilingi oleh berbagai objek wisata. Beberapa di antaranya adalah Taman Suropati (1 km), Museum Jenderal Besar Dr. AH. Nasution (2,8 km), Taman Menteng, (1,5 km), dan Museum Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jendral Ahmad Yani (1,6 km).

Menteng Central didampingi oleh banyak fasilitas publik. Misalnya, fasilitas pendidikan berupa sekolah atau universitas. Di antaranya adalah Sekolah Catur Utut Adianto Jakarta (280 m), Perbanas Institute (350 m), SMAN 3 Jakarta (1,8 km), dan SMPN 58 Jakarta (1,8 km). Begitu pula dengan fasilitas kesehatan berupa rumah sakit atau klinik kesehatan. Beberapa di antaranya, yaitu RS Bunda Jakarta (2,1 km), RS YPK Mandiri (1,7 km), RS Abdi Waluyo (2,5 km), dan Klinik Surya Medika (3,5 km). Tidak ketinggalan adalah fasilitas ibadah, berupa gereja yang berada di sekitar Menteng Central. Sebut saja Gereja Katolik Santa Theresia (2 km), Gereja Kristen Indonesia (2,4 km), GKDI – Gereja Kristus di Indonesia (2,5 km), dan GBI Menara Gracia (3,9 km).

Berada di lokasi strategis, tentu saja membuat Menteng Central sangat mudah diakses oleh pengunjungnya. Baik itu yang menggunakan kendaraan pribadi, maupun umum. Pengguna kendaraan umum bisa memanfaatkan bus TransJakarta dan turun di Halte Latuharhari. Sedangkan pengguna commuter line bisa naik jurusan Tanah Abang dan turun di Stasiun Sudirman.  

Text source : https://www.rumah.com/detil-properti/menteng-central-11762

Photo : koleksi pribadi

Yoshinoya, Trans Mart Cempaka Putih, Jakarta

Yoshinoya

Hallo, apa kabar? Apa kalian yang sedang membaca artikel ini sudah makan? Kalau belum aku mempunyai satu rekomendasi restoran Jepang, khususnya bagi penyuka daging sapi. Ya, restoran Jepang yang bernama Yoshinoya ini menyediakan makanan olahan daging sapi yang sangat enak, selain itu juga ada side dish nya loh.
Yoshinoya adalah jaringan rumah makan waralaba gyudon (beef bowl) terbesar di Jepang. Rumah makan pertama Yoshinoya didirikan oleh Eikichi Matsuda pada tahun 1899 di pasar ikan Nihonbashi, Chuo-ku, Tokyo. Rumah makan ini diberi nama Yoshinoya karena pendirinya, Eikichi Matsuda berasal dari Yoshino-cho, Osaka, dan ya (家) berarti rumah, ditambahkan di belakang nama toko. Pada waktu itu, rumah makan ini masih dikelola oleh keluarga. Makanannya yang lezat, dihidangkan dengan cepat, dan harga yang terjangkau membuat Yoshinoya cepat populer di kalangan pedagang ikan dan pengunjung pasar.


Pada waktu itu juga satu-satunya menu rumah makan ini adalah gyudon, semangkuk nasi dengan irisan tipis daging sapi yang dimasak dengan kecap asin dan gula. Saat ini Yohinoya mengembangkan inovasi nya dalam hal menu makanan, diantaranya :

 Original Beef Bowl
 Yakiniku Beef Bowl
 Veggie Beef Bowl
 Teriyaki Chicken Bowl
 Combo Bowl
 Chrispy Set
 Side Dish

Yoshinoya memiliki beberapa pilihan menu, selain itu juga ada menu paket makanan yang tentunya memiliki harga yang lebih murah bila dibandingkan menu makanan yang bukan paket menu, tetapi apapun menunya Yoshinoya memiliki rasa yang sangat enak dan tekstur daging yang bila dimakan akan sulit untuk dilupakan, itu yang spesial dari Yoshinoya, irisan daging tipis diatas nasi yang diletakkan di dalam mangkuk rasanya sangat enak.

Pada saat itu aku memesan satu menu paket puas yaitu Original Beef Bowl dan ada juga side dish yang isinya dua chicken katsu dan dua chicken shumai. Selain itu aku juga memesan satu paket puas lagi yaitu Original Beef Bowl dan yang berbeda hanya pada side dish nya yaitu, satu ebi fry, satu chicken shumai dan satu egg roll. Setiap pembelian paket makanan akan ada bonus minum yang memiliki rasa yang sangat khas yaitu teh hijau Jepang tawar sepuasnya, dan jika satu gelas teh tawar kalian habis, kalian bisa meminta teh tawar lagi.

Restoran Yoshinoya dalam menyajikan makanannya dalam kondisi hangat, lalu saat makan, aku mengaduk makananya menjadi satu dalam mangkuk, dan meletakkan side dish nya paling atas. Aku juga mencampur sausnya bersamaan bumbu dan daging yang bercampur dengan nasi terasa enak, apalagi saat kalian lapar, side dishnya juga renyah dan enak loh terasa ayam dan eby yang kuat, selain itu egg roll juga memiliki tekstur yang lembut.

Yoshinoya memiliki rasa yang tidak akan pernah ditemukan di tempat lain, bisa dibilang Yoshinoya merupakan salah satu restoran Jepang kesukaanku. Porsi nasi di Yoshinoya tidak terlalu banyak, tapi pasti kalian akan merasa senang setelah memakannya dan kalian juga akan merasa kenyang, karena irisan daging nya cukup banyak. Setelah ini aku ingin mencoba menu lain di Yoshinoya, hm mungkin aku akan mencoba Combo Bowl, hmm terbayang sangat enak ya. Kalau kalian sudah pernah makan menu yang mana? Share pengalaman kalian makan di Yoshinoya yaa dengan cara tinggalkan komentar di artikel ini. Terimakasih sudah meluangkan menit kalian yang berharga untuk membaca artikel buatanku.

Text Source : https://www.fun-japan.jp/id/articles/3086

Photo : koleksi pribadi

Jakarta International Velodrome (JIV)

Jakarta International Velodrome (JIV)

Jakarta International Velodrome (JIV) atau Gelanggang Olahraga Velodrome merupakan salah satu tempat penyelenggaraan olahraga cabang balap sepeda. Karena letak Velodrome di Rawamangun, Jakarta, bangunan ini juga biasa disebut dengan Velodrome Rawamangun. Bangunan ini awal mulanya berdiri pada tahun 1973, kemudian direnovasi pada tahun 2016 hingga 2018. Dengan ukuran panjang lintasan 250 m dan dapat menampung hingga 3500 sepeda. Pada tahap renovasinya, JIV dirancang oleh arsitektur ternama yang telah memiliki pengalaman mendesain trek balap sepeda, yaitu Ralph Schuermann.

Sebagai tempat pacuan kebanggan Indonesia, Velodrome Rawamangun ini juga disebut sebagai tempat pacuan sepeda terbaik se-Asia oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSl), Raja Sapta Oktohari. Hal ini karena Velodrome Rawamangun mendapat sertifikasi Union Cycliste Internationale (UCI) kategori 1 yang menandakan bahwa lintasan sepedanya memiliki standar dunia dan dinilai layak untuk pertandingan skala internasional.

Di Jakarta International Velodrome ini telah dilaksanakan berbagai kompetisi sepeda, seperti pada cabang balap sepeda trek pada Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Untuk menunjang berbagai kompetisi tingkat dunia tersebut, JIV yang merupakan eco stadium ini memiliki banyak fasilitas lain, seperti penunjang difabel, keamanan, AC, hingga ruang-ruang untuk berbagai keperluan atlit. Selain trek pacuan sepeda yang khusus, terdapat juga lapangan in field yang multifungsi yang dapat digunakan oleh umum dan komunitas di luar pesepeda. 

Karena letaknya yang dekat dengan LRT dan Transjakarta, maka sangat mudah bagi warga untuk mengunjungi JIV dengan transportasi publik. Area luar JIV ini juga terbuka untuk umum bagi siapa saja yang ingin berkunjung. Sebagai warisan kebanggaan Indonesia, sudah selayaknya semua pihak bersama-sama menjaga fasilitas olahraga ini dengan sebaik-baiknya.

Text source : https://jakarta.go.id/jakarta-international-velodrome

Photo : koleksi pribadi

Rumah Sakit Columbia Asia, Pulomas, Jakarta

Rumah Sakit Columbia Asia, Pulomas, Jakarta

Rumah Sakit Columbia Asia – PULOMAS, adalah rumah sakit multispesialis di Jakarta. Rumah sakit ini memiliki 139 tempat tidur termasuk Ruang Gawat Darurat yang lebih besar, Area Kritis yang lebih besar dengan total 12 tempat tidur termasuk ICU, ICCU, HDU, NICU, PICU, dan peralatan medis baru yang canggih yaitu Laboratorium Angiografi/Kateterisasi, Kemoterapi (untuk layanan Onkologi), Laboratorium Mikrobiologi, EEG, PCNL (untuk pelayanan Urologi). Rumah Sakit yang dibangun di 7.060 m2 area untuk menyediakan lebih dari 12 Juta penduduk di Jakarta dengan layanan medis yang berkualitas tinggi. Mulai beroperasi dari September 2014 dan diakui sebagai salah satu rumah sakit terbaik di Jakarta Timur.

Rumah Sakit Columbia Asia Pulomas, bertujuan menjadi destinasi terpadu untuk memberikan solusi perawatan kesehatan. Layanan kesehatan yang diberikan merupakan layanan klinis yang komprehensif termasuk Penanganan Nyeri Intervensional yang memanfaatkan teknologi Frekuensi Radio, layanan bedah laparoskopi dengan teknik invasif minimal, Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD), teknologi Thulium & Holmium Duo Laser untuk Prostat, Saluran Kemih, dan Batu Ginjal ditangani oleh Urologist. tim, Spesialis, Sub Klinik Spesialis, dan konsultan Ortopedi & Tulang Belakang, Alergi & Imunologi, Infeksi Tropis, Bedah Plastik dan Rekonstruksi.

Berlokasi tepat di pusat kompleks perumahan bernilai tinggi Jakarta Timur Pulomas – Kayu Putih – Tanah Mas dengan akses mudah dari Kawasan Industri Pulogadung, dan juga dekat dengan kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara yang terkenal, membuatnya mudah diakses dari berbagai arah. Dari Bandara Internasional Soekarno Hatta hanya membutuhkan waktu 1 jam perjalanan untuk mencapai rumah sakit, sedangkan dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma hanya membutuhkan waktu 15 menit. Rumah sakit tersebut saat ini dilintasi oleh LRT (Light Railroad) yang menghubungkan Jakarta International Equestrian Center yang baru di Pulomas dan Jakarta Velodrome / Stadion Sepeda Standar Internasional di Rawamangun.

Text source : https://www.columbiaasia.com/indonesia/hospitals/pulomas/overview?locale=id

Photo : koleksi pribadi

Sea World Ancol, Jakarta

Sea World Ancol, Jakarta

Sea World Ancol merupakan sebuah kawasan yang lengkap untuk memberikan hiburan dan pendidikan khususnya dunia laut. Dalam operasionalnya, Sea World Ancol mengemban 3 misi besar yaitu: Pendidikan, Konservasi dan Hiburan.

Melalui misi ini Sea World Ancol menempatkan diri sebagai tempat hiburan berkualitas. Dalam usaha memperkenalkan kehidupan biota yang hidup di alam, SeaWorld Ancol memiliki sekitar 7.300 ekor biota air tawar yang terdiri dari 48 Jenis ikan, 1 jenis reptil sampai biota perairan laut yang terdiri dari 11.500 ekor biota yang terdiri dari 138 jenis ikan dan avertebrata serta 3 jenis reptil. Biota-biota tersebut ditampilkan dalam 28 display yang terbagi atas 9 akuarium perairan tawar dan 19 akuarium serta 4 kolam terbuka.

Setiap tampilan akuarium atau wahana memiliki tema khusus untuk memberikan nuansa tersendiri dalam pesan yang disampaikannya, selain itu untuk menambah pengetahuan mengenai biota yang ditampilkan maka dilengkapi juga dengan label berisi informasi mengenai biota baik secara biologis maupun keunikannya.

Berbagai macam acara dan fasilitas penunjang lainnyapun kami hadirkan untuk kenyamanan dan kepuasan pengunjung seperti aksi seru 2 penyelam saat Feeding show di akuarium utama, uniknya duyung menyantap rumput laut dari tangan penyelam sampai keganasan belut kerondong berebut makanannya. Bagi mereka yang ingin berinteraksi dengan biota laut terdapat juga Kolam Sentuh dan mereka ingin bertemu hewan laut dalam maka fasilitas museum yang berisi awetan hewan-hewan laut dalam menunggu disana, seperti Ikan Purba – Raja Laut (Coelacanth).

Sea World Ancol senantiasa akan menghadirkan edukasi terkini mengenai dunia air pada umumnya dan kelautan khususnya dengan berbagai biota yang dihadirkan maupun inovasi dalam tampilannya sehingga menjadi yang terdepan di Indonesia.

Text source : https://www.ancol.com/unit-rekreasi/sea-world-ancol–3

Photo : koleksi pribadi

Ocean Dream Samudra, Ancol, Jakarta

Ocean Dream Samudra, Ancol, Jakarta

Ocean Dream Samudra ini diresmikan pada juni 1974 oleh Gubernur Ali Sadikin sebagai perwujudan cita-citanya tentang perlunya sarana rekreasi yang mengenalkan kepada masyarakat tentang laut beserta potensinya. Ocean Dream Samudra merupakan Edutainment Theme Park bernuansa konservasi alam yang memberikan pengalaman untuk mengenal lebih dekat dan menyayangi aneka satwa.

Ocean Dream Samudra merupakan unit oceanarium terbesar yang terdiri dari pentas lumba-lumba, pentas singa laut, pentas aneka satwa, peragaan satwa, akuarium ikan laut dan tawar  serta taman yang merupakan habitat beraneka macam burung.

Terobosan Ancol ini menjadi pusat studi konservasi ex-situ lumba-lumba (dolphinarium) karena memiliki konsep dan manajemen lumba-lumba yang paling lengkap, meliputi berbagai unsur yang saling mendukung seperti kolam penampungan lumba-lumba, water treatment, trainer/keeper, pengadaan ikan yang berkualitas, laboratorium, para medis dan dokter hewan.

Text source : https://www.ancol.com/unit-rekreasi/ocean-dream-samudra–5

Photo : koleksi pribadi

Sate Khas Senayan, Cilandak TownSquare, Jakarta

Sate Khas Senayan, Cilandak TownSquare, Jakarta

Sate Khas Senayan hadir dengan ide untuk melestarikan dan berinovasi masakan Jawa dan Bali.

Preserve artinya kita menonjolkan makanan tradisional dan cita rasanya yang otentik. Di restoran, hidangan tidak hanya disajikan untuk menyenangkan lidah seseorang, tetapi cita rasa otentiknya sekaligus membawa pecinta makanan untuk berjalan menyusuri jalan kenangan ke saat-saat indah mereka bersama keluarga dan teman.

Sate Khas Senayan menyajikan makanan yang menenangkan, seperti Sate Ayam (sate ayam yang disajikan dengan saus kacang), Ayam Goreng Kremes (ayam goreng dengan potongan gurih yang renyah) serta hidangan kaya budaya Nasi Kuning (nasi kunyit kuning yang disajikan dengan nasi kuning). aneka lauk pauk) juga Tahu Telur dan Soto Ayam Ambengan. Hidangan ini dimasak menggunakan resep tradisional dan, tentu saja, bahan-bahan terbaik, menjamin cita rasa masakan Indonesia yang terbaik namun otentik.

Meskipun Sate Khas Senayan telah ada selama lebih dari empat dekade, kami tidak berhenti berkembang dan menantang diri dalam menyajikan masakan Indonesia terbaik. Sate Khas Senayan menampilkan hidangan terbaik dari pulau Jawa dan Bali melalui menu Festival, seperti Festival Bali, Festival Jawa Timur, Festival Sunda dan masih banyak lagi. Melalui menu Festival ini, para tamu dapat mempelajari lebih lanjut tentang asal-usul hidangan dan menemukan makanan tradisional daerah tersebut.

Selain itu, Sate Khas Senayan juga senang merayakan tradisi Indonesia dan mendorongnya melalui penawaran atau menu perayaan musiman dan pengiriman. Selama musim perayaan, restoran menyajikan hidangan khusus, seperti Lontong Cap Gomeh (kue beras ala Cina dengan berbagai lauk yang kaya rasa) yang ikonis untuk Tahun Baru Imlek, Ketupat Campur (kue beras yang disajikan dalam kuah santan dengan berbagai lauk pauk). ) untuk Ramadhan dan Ayam Kodok untuk Natal.

Selain menu-menu tersebut di atas, Sate Khas Senayan juga menyediakan tumpeng (nasi kuning berbentuk tumpeng yang disajikan dengan berbagai macam lauk). Jajanan tradisional yang identik dengan perayaan ceria ini biasanya dihidangkan pada acara-acara khusus.

Text source : https://sks.sarirasa.co.id/our_cuisine

Photo : koleksi pribadi

Kintaro Sushi, Senopati, Jakarta

Kintaro Sushi, Senopati, Jakarta

Bagi kamu pecinta makanan Jepang pasti tak asing dengan gyukatsu. Berbeda dengan chicken katsu, gyukatsu menggunakan daging sapi yang dibalut dengan tepung panir. Daging sapinya pun menggunakan daging berkualitas, yakni daging wagyu. Berawal dari restoran Gyukastu Motomura di Jepang, menu gyukatsu pun ikut dipopulerkan di Indonesia. Bahkan, saat ini telah banyak restoran Jepang yang menawarkan menu gyukatsu. Salah satunya adalah Kintaro Sushi yang kini tengah ramai dibicarakan pecinta kuliner.

Telah mempunyai dua cabang di Jakarta, Kintaro Sushi jadi salah satu restoran Jepang yang terkenal dengan kelezatan menu gyukatsunya. Penasaran dengan rasanya, saya pun mendatangi Kintaro Sushi yang berada di cabang Senopati, Jakarta Selatan. Menghadirkan suasana Jepang yang kental, yuk, intip ulasan tentang Kintaro Sushi berikut ini.

Dari awal menginjakkan kaki di Kintaro Sushi Senopati, susaana khas Negeri Sakura bisa langsung saya rasakan. Disambut dengan jembatan berwarna merah khas Jepang serta taman yang indah membuat saya seakan benar-benar sedang berada di Jepang. Tak hanya itu, desain bangunannya pun juga dibikin mirip dengan rumah tradisional Jepang yang terbuat dari kayu. Deretan lampion yang digantung di pintu masuk serta lampu taman yang sengaja dibuat dengan nuansa temaram menambah susasana Jepang yang otentik.

Di sepanjang lorong pintu masuk, tersedia jejeran tempat duduk kayu yang bisa digunakan para tamu untuk yang terdaftar dalam waiting list. Yap, awal pembukaan cabang keduanya, Kintaro Sushi memang sangat menyita perhatian masyarakat. Selain karena menu gyukatsunya, cabang keduanya ini punya desain bangunan yang jauh berbeda dengan cabang pertamanya di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Atas alasan inilah tak heran kalau Kintaro Sushi jadi incaran para penikmat kuliner.

Suasana khas Jepang tak hanya bisa kamu rasakan dari eskterior bangunannya saja, tapi juga ketika masuk ke dalam restoran. Alunan musik tradisional khas Negeri Sakura serta wewangian yang mirip dengan aroma Sakura menyambut kedatangan tamu. Hal lain yang mencuri perhatian saya adalah keberadaan pohon Sakura sintetis yang diletakkan di pintu masuk serta taman berukuran kecil dan jembatan mini yang juga dihadirkan di pintu masuk. Semua ornamen tersebut tentu semakin membuat restoran ini tampak terlihat Instagramable.

Memasuki area dalam restoran, saya pun dipandu oleh staf restoran yang mengenakan Yukata, pakaian tradisional Jepang. Interior restoran juga tak kalah keren dengan eksterior bangunannya. Ornamen Jepang yang menghiasi tiap sudut restoran memberikan kesan mewah sekaligus hangat. Di bagian langit-langitnya pun tetap dihiasi dengan ornamen Jepang yang berupa lukisan bunga berwarna-warni.

Terbagi ke dalam beberapa area, masing-masing area restoran memiliki keunikannya masing-masing. Ada area Tatami yang dapat memuat empat pengunjung, lalu ada area tengah, area vip, dan area vvip yang terletak tersembunyi, sehingga tak terganggu dengan keramaian pengunjung lainnya. Selain area yang berada di tengah, ada minimal payment yang harus kamu bayarkan jika ingin menempati area-area tersebut.

Menempati tempat duduk yang berada di area tengah restoran, sang pramusaji langsung memberikan buku menu yang berukuran cukup besar dan tebal. Ada begitu banyak pilihan menu makanan Jepang yang bisa kamu pilih.

Saat membuka buku menunya, kamu akan disuguhkan dengan varian menu, mulai dari tempura, sushi, sashimi, gyukatsu, ramen, hingga dessert khas Jepang seperti mochi es krim. Dari banyaknya menu tersebut, saya penasaran dengan menu sushi dan menu jagoan di Kintaro Sushi yaitu gyukatsu.

Untuk menu gyukatsunya terdiri dari beberapa pilihan, yakni Original Gyukatsu, Crispy Gyukatsu, Cheese Gyukatsu, dan yang paling unik adalah Black Gyukatsu Set (Rp 260 ribu) yang jadi pesanan saya. Sementara menu sushinya, saya memesan beberapa sushi di antaranya, Salmon Nigiri Spider (Rp 35 ribu), Salmon Aburi Yuzu Mayo (Rp 35 ribu), Inari Tuna Mayo Corn (Rp 35 ribu), Chuka Idako Gunkan (Rp 30 ribu).

Hal lain yang membuat Kintaro Sushi begitu diminati adalah cara penyajiannya yang unik. Khusus untuk menu sushi, ada beberapa pilihan penyajian yang bisa kamu pilih, yaitu dengan menggunakan kabinet kayu atau pun wadah panjang yang berbentuk seperti kereta Shinkansen. Saya pun memilih penyajian dengan wadah kayu yang berupa jembatan mini atau dalam menu disebut ‘Build Your Own Moriawase’.

Syarat untuk memesan Moriawase, kamu harus memesan minimal 6 pcs sushi yang nantinya akan ditata semenarik mungkin di atas kabinet kayu. Selain sushi, menu sashimi juga bisa disajikan dengan cara yang sama. Hanya jenis kabinetnya saja yang berbeda, yaitu berbentuk seperti lemari kayu.

Sebagai pelepas dahaga, saya memesan Ocha dingin (Rp 10 ribu) yang bisa di-refill. Tak berselang lama, hidangan yang saya pesan pun datang satu per satu. Untuk hidangan pertama ada Black Gyukatsu Set yang disajikan dengan tiga cocolan saus yaitu truffle sauce yang memiliki rasa cenderung manis, saus tonkatsu yang sedikit asam, dan onion sauce yang gurih. Sup truffle, nasi bertopping foei gras, dan kuning telur mentah juga jadi pelengkap sajian satu ini. Yang mencuri perhatian saya adalah penggunaan potongan daun emas pada permukaan gyukatsu. Mewah!

Lapisan luar daging yang berwarna hitam berasal dari penggunanan rumput laut yang telah dicampur dengan tepung panir. Menggunakan daging wagyu yang langsung diimpor dari Jepang, tekstur daging gyukatsu sangat lembut. Sama seperti steak, gyukatsu khas Jepang juga bisa dimasak dengan tingkat kematangan yang bisa kamu sesuaikan sendiri, seperti rare hingga medium.

Cara memasak gyukatsu mudah, potongan daging dicocol terlebih dahulu ke saus lalu kamu bisa memasaknya sebentar di panggangan mini. Mengingat tekstur dagingnya sudah lembut, kamu cukup memasaknya selama 7 detik saja guna mendapatkan tingkat kematangan yang sempurna. Setelah matang, kamu bisa mencelupkan daging ke cocolan saus kuning telur. Gyukatsu terasa sangat nikmat bila disantap bersama nasi dan sup truffle yang hangat.

Sedangkan, satu set sushi yang sudah saya pesan disajikan dengan penyajian yang sangat cantik. Untuk, Salmon Aburi Yuzu Mayo memiliki rasa saus mayo yang gurih dengan tekstur ikan salmonnya yang lembut dan nasinya yang pulen. Sementara, Salmon Nigiri Spider yang berupa dua potongan salmon yang ditumpuk di atas kepalan nasi memiliki rasa yang tak jauh berbeda dengan Salmon Aburi Yuzu Mayo. Tesktur salmonnya lembut dengan tingkat kematangan yang tidak terlalu matang. Disajikan dengan Tanuki yang crispy, sajian ini punya tekstur yang kaya.

Inari Tuna Mayo Corn punya rasa yang cenderung manis. Rasa tunanya yang gurih dan saus mayonya yang creamy tertutup dengan rasa manis yang dihasilkan dari buliran jagung. Dan untuk Chuka Idako Gunkan memiliki rasa gurih yang dominan dengan tekstur gurita yang kenyal. Keselurahan enam sushi yang saya coba terasa segar dan enak.

Sebagai penyegar dahaga, Ocha yang pesan memiliki rasa yang autentik. Berbeda dengan Ocha yang dijual di restoran Jepang lainnya, Ocha di sini diseduh dari daun teh Jepang pilihan. Yang membuat rasanya semakin nikmat adalah karena bubuk daun teh yang masih tersisa di dalam air seduhannya sehingga menghasilkan rasa Ocha yang nikmat.

Kalau cabang Kintaro Sushi yang di PIK terlalu jauh, maka Kintaro Sushi yang berada di Senopati bisa jadi alternatif pilihan kamu. Terletak di Jalan Suryo No.20, lokasi Kintaro Sushi Senopati berada tepat di sebelah Abuba Steak. Kalau kamu tertarik berkunjung ke sini, sebaiknya datang lebih cepat supaya tak perlu menunggu waktu lama sampai mendapatkan tempat duduk. Saat restoran sudah mulai penuh, pengunjung pun akan diberikan batasan waktu tertentu. Hal ini bertujuan agar pengunjung lain tidak menunggu waktu lama sampai giliran mereka tiba.

Text source : https://review.bukalapak.com/amp/travel/review-lembutnya-gyukatsu-bertopping-emas-di-kintaro-sushi-senopati-100123

Photo : koleksi pribadi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai