Nasi Uduk Kebon Kacang, Antasari, Jakarta

Nasi Uduk Kebon Kacang, Antasari, Jakarta

kali ini saya akan mampir ke lokasi kulineran Jaksel yang berada di Antasari, tidak jauh dari tol TB. Simatupang. sebenarnya saya enggak ada rencana kesini sebelumnya. saya awalnya cuma niat main ke toko bapak saya di Blok M Square, tapi ternyata pas nganter pulang, ibu kasih sinyal kalau bapak saya ngidam Nasi Uduk Kebon Kacang di Antasari. nah saya enggak paham itu nasi uduk model gimana ya. alhasil jiwa blogging saya muncul, boleh juga nih buat konten di blog.

dari arah Blok M saya lewat jalan layang Antasari. persis sebelum tol TB. Simatupang sebelah kiri jalan ada papan besar berwarna kuning bertuliskan Nasi Uduk Kebon Kacang. minggirlah saya bareng babeh (baca:bapak) dan nyokap (baca:ibu) saya. awalnya saya kira warung tenda ya. ternyata semacam kedai makanan yang tidak terlalu luas ruangannya. beruntung pembeli lagi sepi. pikir saya mungkin rame yang di lantai dua. 

saya dan babeh memesan nasi uduk dengan empal, tahu, dan tempe. sementara nyokap saya pesan nasi uduk dengan ayam goreng. nah saat tau ayam gorengnya ini ayam kampung, langsung nambah si babeh pakai ayam goreng juga. joss tenan….

harga nasi disini murah cuma 4.500. tapi jangan salah. porsinya itu kecil biyanget. cuma dua lahapan buat saya. porsinya mirip nasi kucingan. untuk ayamnya gak alot dagingnya, cuma memang kurang meresap bumbunya. nah untuk empalnya ini yang mantap. ukurannya besar dan kematangannya pas, enggak terlalu kering.

saya bersama babeh dan nyokap berbincang santai di Nasi Uduk Kebon Kacang sambil menyantap hidangan yang dipesan. tidak terasa sudah tujuh bungkus nasi kami lahap. mantap!!!

satu yang spesial juga dari makanan disini adalah duet sambal matang dan sambal kacangnya yang joss gandoss. sambal kacangnya mengingatkan saya sama sambal kacang Ayam Gepuk Pak Gembus, cuma ini versi yang lebih basah dan berkuah. saya suka saya suka karena tidak pedas. yah saya memang penikmat sambal yang tidak pedas. begitulah… 

ohya istri dan anak ada di mobil ya karena anak posisi kecapean dan tertidur. alhasil istri enggak bisa ikutan turun dan makan langsung di tempat. tapi tetaplah dibungkusin kok.

makan dengan empat porsi mengenyangkan, saya membayar 236.000. harga yang masih dalam batas wajar untuk skala makan di tempat “seperti ini”. kalau ada yang komentar kemahalan, saya pastikan, spot kulineran ini bukan untuk anda. 👌sebagai informasi. sebenarnya babeh punya alasan kenapa kok pengen banget makan di Nasi Uduk Kebon Kacang ini. jadi sebenarnya nasi uduk ini aslinya ada di Tanah Abang. Antasari ini hanya cabangnya.

nah dulu waktu babeh masih jadi pekerja di tahun 70-an, babeh bareng teman – temannya sering makan di Nasi Uduk Kebon Kacang yang ada di Tanah Abang naik taksi dari Kebayoran. gaya banget ya jaman segitu udah naik taksi.

makanya waktu tau ada Nasi Uduk Kebon Kacang di Antasari yang notabene dekat banget sama posisi rumah yang di Cilandak, jadi ngidam deh si babeh.

makanya sebagai anak yang berbakti. ciailehhh….

pengen banget mewujudkan keinginan babeh ini dengan traktir makan di Nasi Uduk Kebon Kacang ini. Alhamdulillah babeh kelihatannya puas sih dengan makanan disini. semoga kedepannya bisa terus ajak babeh wisata kulineran secara dari dulu babeh ini senang banget sama kulineran. cuma memang sejak kena stroke dan infeksi pencernaan, sudah banyak pantangannya. jadi harus lebih selektif memilih kulineran.

Text source : https://www.riviwer.com/2021/11/nostalgia-di-nasi-uduk-kebon-kacang.html?m=1

Photo : koleksi pribadi

Bajaj BBG, Jakarta

Bajaj BBG, Jakarta

Desainnya yang unik, lincah, gesit untuk memasuki jalan sempit/gang, bisa diandalkan sebagai kendaraan feeder (pengumpan), dan kini bajaj menjadi (Angkutan Lingkungan) yang ramah lingkungan

Terdengar suara yang khas keluar dari cerobong asap knalpot bajaj di tengah derasnya lalu lintas kota. Itulah bajaj yang memiliki suara khas dari knalpotnya, begitupun dengan getaran suara yang cukup nyaring terdengar. Maka tidak heran jika dari jarak yang berjauhan, suara knalpot kendaraan ini telah dapat kita dengar dan rasakan nyaringnya (bising!). Sejak lama bajaj hadir di jakarta sebagai moda transportasi umum yang mampu melewati jalan-jalan di lingkungan yang sempit.

Kemampuan untuk menerobos jalan kecil/sempit inilah yang hingga kini membuat bajaj tetap eksis di kota. Dengan kata lain, kondisi geografis urban seakan sesuai dengan kemampuan bajaj. Karena biasa menerobos, membuat bajaj sering kali menerobos di kemacetan tanpa peduli kendaraan lain, bahkan kadang rambu-rambu lalu lintas pun turut diterobos. Menyelip, berbelok, mendekat dan merapat.

Lincah bak kancil, kecil bak semut dan licin bak belut yang terus menggerus jalan-jalan ibukota. Meskipun jaman telah memaksa keberadaannya untuk tidak ada lagi, tapi semua itu tidak terjadi, toh bajaj masih eksis hingga kini di tengah-tengah kendaraan yang kian modern.

Siang yang terik ditambah debu yang berterbangan, Senin (19/12) di Jakarta kota, beberapa bajaj sedang memarkir kendaraannya di sisi jalan. Supir bajaj pun terlihat sedang mengelap kaca dan seluruh badan bajaj. Cat yang sempat kusam karena debu, dalam sekejap menjadi kilap kembali. Tak lama, terlihat pemilik bajaj menambahkan sedikit oli di dekat stir yang menyerupai motor. Sebagian supir lainnya sedang duduk sembari menikmati es kelapa muda. Bajaj yang mereka gunakan bukanlah milik mereka, tapi menyewa kepada pemilik. Dengan memberikan setoran beberpa rupiah kepada pemilik bajaj untuk satu hari penuh atau setengah hari.

“Biasanya untuk setengah hari kami setor kepada pemilik bajaj sebesar 75.000,00. Namun bila menyewa hingga 1 hari penuh biayanya hampir 2 kali lipat, ujar pengemudi bajaj sembari menikmati es kelapa mudanya.

Inovasi Bahan bakar

Jaman yang terus berubah, mau tidak mau diperlukan juga perubahan di segala hal agar tidak tergilas dan kemudian tertinggal. Dalam hal ini perubahan itu terjadi pada bajaj. Bajaj memiliki penampilan yang baru dengan beberapa sentuhan inovasi di bahan bakarnya. Kini bahan bakar bajaj menggunakan bahan bakar gas (BBG) namun untuk bentuk kendaraan tidak mengalami perubahan. Tetap mempertahankan bentuk fisik yang sama, masih dengan roda tiga. Dan diberi sentuhan warna yang agak cerah, warna biru muda.

Suara yang keluar dari knalpot sudah tidak bising seperti bajaj yang dahulu, sekarang lebih bersahabat dengan telinga. Begitupun asap yang dikeluarkannya tidak lagi mengebul, sekarang tidak ada asap sama sekali. Bajaj pun sudah tidak bergetar namun lebih tenang dan menenangkan suasana di jalan raya. Dengan beberapa perubahan ini membuat bajaj (BBG): “angkutan lingkungan” (tertulis di bagian sisi samping badan bajaj) menjadi lebih ramah lingkungan. Ketika bajaj (BBG) memasuki ruang-ruang jalan kecil tidak mengganggu ketenangan lingkungan masyarakat yang dilewatinya. Sungguh berbeda dengan kondisi sebelumnya yang senantiasa membawa kebisingan.

“Hanya saja, karena stasiun pengisian BBG yang belum memadai (minim) membuat bajaj harus mengantri hingga berjam-jam”

Menyoal harga beli bahan bakar gas ini terbilang lebih murah jika dibandingkan bajaj klasik. Hal ini seperti dikatakan oleh supir bajaj, bahwa mereka hanya cukup mengeluarkan kocek Rp 10.000,00 untuk membeli BBG. Pengisian BBG dengan kocek segitu cukup untuk menggerakkan bajaj seharian mengelilingi jalan-jalan Jakarta.

Efisiensi biaya ini mengakibatkan pendapatan harian pun bisa lebih banyak. Bahkan saking efisiennya, supir ini pernah menggunakan bajaj (BBG) untuk mudik ke kampung halamannya saat lebaran. Hanya saja, karena stasiun pengisian BBG yang belum memadai (minim) membuat bajaj harus mengantri hingga berjam-jam. Untuk mengantisipasi hal ini kadang mereka menggunakan bahan bakar premium untuk bajaj (BBG). Hal ini karena adanya alternative bahan bakar premium yang ikut disandingkan dengan BBG di Bajaj.

Bajaj (BBG) menjadi sebuah solusi untuk terciptanya lingkungan urban yang kondusif dan tentunya ramah lingkungan. Mereka bisa terus mengisi dinamika masyarakat urban yang haus akan transportasi yang lincah hingga masuk ke jalan sempit/gang. Dan tentunya bajaj bisa bersanding dengan kendaraan lainnya. Ia hadir sebagai romantisme kendaraan publik masa lalu (Batavia) dan masa kini (Jakarta) dan masa yang akan datang (Ibukota Indonesia yang sebenarnya) dengan nuansa dan ruang yang ramah lingkungan.

Text source : https://www.kompasiana.com/amp/henryaja/bajaj-bbg_55005945813311c161fa77cc

Photo : koleksi pribadi

Ancol Jakarta

Ancol Jakarta

Ancol Taman Impian mempunyai pantai yang indah yang merupakan destinasi wisata pantai dalam kota Jakarta. Pengunjung kawasan Ancol dapat menikmati suasana segar di area Pantai Lagoon, Festival, Indah, Beach Pool dan Carnaval, serta Danau Impian, sepanjang kurang lebih 6,5 km. Wisata pantai ini semakin sempurna dengan adanya promenade hampir di sepanjang pantai serta fasilitas kuliner yang lengkap, antara lain: Jimbaran Resto, Le Bridge, Starbucks, Segarra, Talaga Sampireun dan lain-lain. Hal tersebut menjadikan wisata pantai Ancol ini lebih menarik untuk dikunjungi.

Rekreasi di Ancol Taman Impian semakin menyenangkan dengan kehadiran Kereta Wisata Sato-Sato. Transportasi massal ini selain bisa mengantarkan wisatawan ke berbagai destinasi seperti Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudra, Allianz Ecopark, dan yang lainnya, juga bisa menjadi wahana rekreasi sambil menikmati pemandangan sepanjang Ancol.

Jalur keretanya membentang sepanjang 3,6 kilometer, dari Gerbang Timur hingga Pantai Bende, dan dilanjut lagi hingga Ocean Dream Samudra, lalu ke Dunia Fantasi. Kereta Sato-sato akan beroperasi mulai pukul 08.00-18.00 WIB. Ada tiga rangkaian kereta yang bisa mengangkut penumpang hingga 400 orang.  

Wahana kereta tersebut juga ramah bagi difable atau orang berkebutuhan khusus. Di salah satu gerbongnya dapat dikhususkan bagi warga difable. Semua wisatawan tetap bisa menikmati wahana ini tanpa bayar. 

Text Source : https://www.goersapp.com/events/taman-pantai-ancol-regular–yyrhie

Photo : koleksi pribadi

Ancol Jakarta
Ancol Jakarta
Ancol Jakarta
Ancol Jakarta
Ancol Jakarta
SeaWorld, Ancol Jakarta
SeaWorld, Ancol Jakarta
SeaWorld, Ancol Jakarta
SeaWorld, Ancol Jakarta
SeaWorld, Ancol Jakarta
SeaWorld, Ancol Jakarta

91st Street Italian Cuisine & Cafe

91st Street is a latest restaurant and cafe in Jakarta scene that specializes in mediterranean cuisines in Menteng area. 108 seating capacity with contemporary design that shown on the interior details of wood, marble, rattan, copper components. Both the indoor and outdoor areas offer relaxing and soothing ambiance. Our lighting ambience with unique design made this restaurant more trendy.

91st Street Mediterranean Cuisine & Cafe has wide variety selections of menu with the soul of Mediterranean food culture. Premium olive oil, artisan bread, hand-made pasta, and the grilled selections. Pizza with its majestic oven with stone charcoal, gives the pizza an artisan flavor.

The bar serves premium quality beverages from beer, classic to the signature cocktails. Not to be missed, they also have curated wines from all the regions around the world.

With our brand new, high quality and exciting programs, 91st Street Italian Cuisines & Cafe hopes to satisfy our diverse customers and to be the most favorite restaurant in a Food & Beverages industry. This place would like to cater their patrons from brunch to dinner time. Get your morning caffeine fixed, casual or business lunch until romantic dinner, we always be at your service.

Text source : https://registrye.com/id/dining/1551421273/91st-street-italian-cuisine-and-cafe-the-akmani-hotel-jakarta.html

Photos : private collection

Kerak Telor, Setu Babakan, Jakarta

Kerak Telor

Asal usul kerak telor Jakarta yang belum banyak diketahui masyarakat umum. Termasuk resep kerak telor. Kerak telor makanan khas Jakarta atau budaya Betawi. Kehadiran kerak telor tak terlepas dari kreasi dan kreatifitas yang dibuat oleh masyarakat tradisional.

Dilansir dari indonesia.go.id kerak telor merupakan hasil percobaan sekelompok masyarakat Betawi yang berdiam di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Makanan tradisional ini merupakan kreasi telur dadar atau omelet yang dimasak dengan beras ketan putih dicampur racikan bumbu yang menambah cita rasa pada kerak telor.

Mulanya kerak telor terdiri dari omelet mie dengan rempah-rempah khas Indonesia. Warga Belanda kala itu menginginkan makanan yang lebih sehat. Sehingga digantilah mi tersebut dengan beras ketan. Nampaknya kreasi omelet ini digemari oleh masyarakat Belanda dan kerap dijadikan santapan pembuka.

Kerak telor kala itu masuk pada jajaran makanan kelas atas karena banyak dinikmati oleh para bangsawan Belanda. Masyarakat kala itu memanfaatkan melimpahnya tumbuhan kelapa yang ada di Batavia sebagai salah satu bahan utama untuk pembuatan kerak telor. Tak mengherankan mengapa makanan tradisional Jakarta banyak menggunakan bahan santan atau kelapa seperti Nasi uduk, Soto Betawi, hingga kerak telor.

Pada tahun 1970-an masyarakat Betawi mulai menjajakan kudapan bernama kerak telor ini di sekitaran Tugu Monumen Nasionala atau Monas. Di era kepemimpinan Gubernur Jakarta, Ali Sadikin makana khas Betawi ini mulai dipromosikan. Dalam perkembangannya kerak telor dapat dijumpai kapan saja dan banyak ditemukan di pinggiran jalan kota Jakarta dan destinasi wisata.

Selain beras ketan sebagai bahan dasar makanan tradisional satu ini, kerak telor menggunakan dua pilihan telur untuk pembuatannya, yaitu telur ayam dan telur bebek dengan isian berbeda-beda seperti ebi (udang kering yang diasinkan) disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang telah dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam, dan gula pasir.

Text source : https://jakarta.ayoindonesia.com/gaya-hidup/pr-761710557/asal-usul-kerak-telor-yang-belum-banyak-diketahui-kuliner-legendaris-khas-jakarta?page=2

Photo : koleksi pribadi

Kerak Telor
Kerak Telor
Setu Babakan, Jakarta
Setu Babakan, Jakarta
Video Kerak Telor

A Fung Bakso Sapi Asli, Jakarta

A Fung Bakso Sapi Asli, Jakarta

A Fung Baso Sapi Asli merupakan salah satu restoran yang menjual bakso sapi terkemuka di kawasan Ibu Kota. Sampai saat ini Bakso A Fung memiliki cabang resto yang tersebar di berbagai lokasi, mulai dari Seaworld Ancol, Ocean Dream Samudra Ancol, Dunia Fantasi (Dufan), AEON Mall BSD City, Balekota Mall, Summarecon Mall Serpong, Supermall Karawaci, Tangerang, Bogor, Bekasi, Cikarang, Depok, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Karawang, Purwakarta, Bali, hingga di Kota Surabaya. Karena diklaim menggunakan daging sapi asli, tak heran jika harga Bakso Afung dipatok lebih mahal dibandingkan bakso biasa dengan campuran ayam.

Bakso merupakan makanan favorit hampir semua orang. Rasanya yang lezat dan gurih membuat orang ketagihan untuk menikmati bakso. Makanan sepinggan yang selalu disajikan hangat ini sebenarnya sudah lama dikenal oleh masyarakat. Tidak heran hampir di setiap sudut tempat makan pasti ada yang menjual bakso. Namun, seiring dengan tren makanan yang sedang menjamur, bakso tidak hanya disajikan dalam bentuk bulat saja. Ciri khasnya mulai berkembang, dari variasi isi maupun bentuk.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Baso A Fung banyak diminati karena menggunakan bahan baku daging sapi asli. Oleh sebab itu, cita rasa yang disajikan pun sangat nikmat dan terasa kuah kaldunya. Hal lain yang unik dari Baso A Fung adalah bentuk baksonya yang cenderung gepeng/pipih, bukan seperti bakso pada umumnya yang cenderung bulat seperti bola pingpong.

Pilihan menu yang disajikan Baso A Fung pun ada beragam, mulai dari baso kuah, baso tahu, baso dengan campuran bihun, kwetiau, hingga bakso dengan jeroan seperti babat urat. Para pelanggan biasanya menikmati semangkuk bakso begitu saja, namun ada juga yang senang menyantap semangkok Baso A Fung dengan sepiring nasi hangat agar terasa lebih mengenyangkan.

Nah, untuk sajian minuman pun cenderung standar. Anda bisa menikmati beberapa pilihan minuman segar seperti es jeruk, jeruk murni, limau kasturi, air mineral biasa, hingga yang menjadi salah satu ciri khas Baso A Fung adalah menu es nona. Berbeda dari es campur biasa, es nona merupakan sajian minuman menyegarkan dengan campuran kelapa, tape, manisan kelapa, dan kacang merah. Minuman es nona ini tersedia dalam 2 pilihan ukuran, yakni cup kecil (small) dan reguler. Anda bisa memilih sendiri menu makanan dan minuman mana yang paling sesuai dengan selera.

Menurut review para pelanggan, Bakso Afung memiliki citarasa yang nikmat dengan tekstur lembut dan terasa enak ketika digigit. Selain itu, baksonya terasa garing, dipadukan dengan kuah kaldu sapi yang nikmat benar-benar menjadi sajian penuntas lapar. Selain varian bakso gepeng dan bakso uratnya, varian tahu bakso dari Baso A Fung pun banyak difavoritkan karena rasanya yang enak. Apabila Anda tertarik untuk mencicipi kelezatan Baso A Fung, Anda dapat mengunjungi cabang outlet Baso A Fung terdekat atau memanfaatkan jasa delivery order melalui Go-Food atau Grab Food untuk disantap di rumah, kantor, atau mana saja.

Text source : https://harga.web.id/harga-bakso-baso-afung-a-fung-menu.info/amp

Photo : koleksi pribadi

A Fung Bakso Sapi Asli, Jakarta
A Fung Bakso Sapi Asli, Jakarta
A Fung Bakso Sapi Asli, Jakarta
A Fung Bakso Sapi Asli, Jakarta

Sakura Park, Taman Lampu di AEON Mall BSD City

Sakura Park, Taman Lampu di AEON Mall BSD City

Mal sering menjadi alternatif liburan akhir pekan yang praktis bagi sebagian orang. Tempat makan, bioskop, dan berbagai kebutuhan sehari-hari disuguhkan mal. Tangerang, tepatnya di Jalan BSD Raya ada mal yang terbilang baru dan sukses mendatangkan banyak pengunjung, yaitu Aeon Mall.

Aeon Mall merupakan mal yang resmi dibuka pada 30 Mei 2015 dengan konsep serba Jepang. Gak hanya tempat makan, belanja, atau buat nonton film favorit kamu, Aeon menyuguhkan berbagai fasilitas lain yang kekinian dan pas buat generasi milenial, salah satunya yaitu Sakura Illumination Park yang ada di depan parkiran mal tersebut.

Sakura Illumination Park merupakan taman sakura yang didesain dengan menggunakan ribuan lampu cantik yang menghampar di sebuah taman yang sangat indah. Lampu-lampu yang gemerlapan dengan warna ungu, putih, kuning, dan merah muda berhasil menarik mata siapa saja yang melewati taman tersebut, seolah mengajak untuk mampir sebentar dan berselfie ria.

Ya, memang sejak awal Aeon Mall BSD dibangun, taman sakura lah yang menjadi salah satu spot yang memiliki daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung yang penasaran akan keindahan taman sakura ini dan menyempatkan untuk datang ke Aeon Mall.

Taman bunga sakura di Aeon Mall paling pas dikunjungi saat malam hari. Saat, ribuan lampu taman yang telah menyala semua terlihat sempurna dipandangi saat malam hari. Atau jika kamu memiliki waktu yang cukup panjang, lebih baik datang sore hari menjelang malam. Karena, kamu dapat berfoto dengan hamparan lampu bunga sakura ditemani dengan keindahan senja di sore hari.

Untuk menikmati keindahan taman bunga sakura kamu hanya perlu masuk ke area Aeon Mall, jika membawa kendaraan maka kamu hanya perlu membayar tiket parkir. Dari tempat parkir, kamu akan disambut dengan gerbang unik yang bertuliskan Sakura Park. Lalu, di bagian tengah taman kamu akan melihat paviliun atau saung yang dikelilingi lampu-lampu berwarna putih. Di dekat paviliun tersebut juga tersedia tempat duduk untuk kamu duduk dan berfoto. Selain itu, di taman sakura juga terdapat beberapa pohon yang terbuat dari ribuan lampu, begitu cantik dengan dominan warna merah muda.

Jadi, minggu ini mau ke Aeon Mall BSD City untuk menikmati keindahan bunga sakura? Jangan lupa untuk menaati setiap peraturan yang ada, ya! Terutama, jangan menginjak dan merusak hamparan lampu bunga sakura yang telah tertata indah.

Text source  :  https://www.kompasiana.com/salamdenis1/5c7798f743322f3def4592a4/menikmati-keindahan-bunga-sakura-di-aeon-mall-bsd-city

Photo : koleksi pribadi

Sakura Park, Taman Lampu di AEON Mall BSD City
Sakura Park, Taman Lampu di AEON Mall BSD City
Sakura Park, Taman Lampu di AEON Mall BSD City
Sakura Park, Taman Lampu di AEON Mall BSD City
Sakura Park, Taman Lampu di AEON Mall BSD City
Video Sakura Park, Taman Lampu di AEON Mall BSD City

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai