Bir Pletok dan Dodol Betawi

Bir Pletok khas Betawi

Ketika hari raya idul fitri, banyak camilan khas daerah yang dijual atau disajikan kepada para tamu saat bersilahturahmi. Di Jakarta, salah satu makanan khas dari orang2 Betawi  adalah Dodol Betawi  dan Bir pletok.

Dodol Betawi dan Bir Pletok kini makin sulit untuk dijumpai. Hanya di daerah tertentu di wilayah Jakarta yang memegang teguh budaya Betawi tradisional dan warisan, salah satunya adalah Setu Babakan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.


Dodol Betawi 

Makanan ini sudah ada turun temurun dari jaman nenek kita. Banyak pengusaha Dodol Betawi. Salah satu dari mereka Nyak Mai, yang telah menjadi bisnis turun-temurun sejak 15 tahun lalu. Sekarang upaya Nyak Mai akhir diteruskan oleh putra dan putri.
Setiap hari keluarga nyak mai terlihat sibuk di rumah membuat Dodol Betawi. Mereka mengaduk adonan dodol dalam wajan besar terbuat dari tanah liat, biasa disebut kenceng. Perubahan adonan dari cair ke padat diaduk menggunakan tongkat panjang dan membutuhkan tenaga ekstra, terutama adonan semakin berat dan harus diaduk terus sampai matang, pengadukan dilakukan secara bergiliran.


Dodol Betawi adalah terbuat dari campuran Gula Merah, Minyak Kelapa, Tepung Beras Ketan dan Gula Pasir. Awalnya susu kelapa yang direbus, kemudian dimasak dengan gula merah. Kemudian tepung ketan dicampur dengan santan. Dalam kenceng besar, dengan pengadukan terus 7-9 jam untuk menghasilkan 20 kilogram Dodol Betawi siap untuk makan dan dikemas.

Bir pletok 

Asal mula pembuatan Bir Pletok pada waktu periode kolonial Belanda. Masyarakat Betawi yang minum bir mengikuti orang-orang Belanda. Cara membuat minuman yang bisa menghangatkan tubuh tetapi tidak memabukkan. Sampai akhirnya ide untuk mencampur rempah-rempah menjadi minuman yang menghangatkan tubuh yang sehat  dan baik.


Bir pletok terdiri dari 15 bahan. Garam, Air, Gula, Cengkeh, Kayu Manis, dan jahe, Misoye Kayu, Kayu Secang, Daun Pandan, biji Pala, Kapulaga, Sere Batang, lada hitam & Daun Jeruk. Proses manufaktur, air pertama termasuk bumbu kemudian dimasak. Setelah mendidih, lalu meletakkan cangkir kayu, kemudian direbus, kemudian disaring bahan rempah-rempahnya. Baru ditambahkan gula dan garam.


Alasannya disebut Beer pletok ada beberapa versi. Pertama suara Biji Pala saat dimasak, yang berbunyi pletok-pletok. Kedua, di masa sebelumnya, presentasi Bir pletok dimasukkan dalam bambu dan dikocok-kocok dengan es batu. Es batu yang terguncang dalam bambu juga berbunyi pletok-pletok.


Kini Bir Pletok dijadikan ladang usaha bagi pengusaha yang berada di setu babakan, dikemas dalam botol untuk mempopulerkan Bir pletok. Harga per botol 15 000 Rupiah. Hanya terbatas modal untuk memperluas pasar. Dapat diminum baik panas atau dingin.
Tepat hari libur, tidak ada salahnya untuk mencoba camilan Khas Betawi iki. Dodol Betawi dan Bir pletok, tentu saja lezat dan sehat.

Text source : http://ogemshow.blogspot.com/p/dodol.html?m=1

Photo : koleksi pribadi

Dodol Betawi
Dodol Betawi, Setu babakan, Jakarta
Ondel-ondel
Ondel-ondel
Setu babakan
Setu babakan

Green Pramuka Square, Jakarta

Green Pramuka Square, Jakarta
Green Pramuka Square, Jakarta

Tepat di jantung kota Jakarta, Apartemen Green Pramuka City, di samping keluar tol Rawamangun. Sebuah ruang unik yang menampung lebih dari 100 alternatif belanja, mengenalkan era baru dalam hiburan, makanan dan belanja. Toko-toko, restoran dan kedai kopi, dengan bioskop dan area rekreasi untuk semua anggota keluarga.

Dengan tata letak yang direncanakan dengan perfect, desain arsitektural yang baik dan layanan pelengkap standar tinggi,

GREEN PRAMUKA SQUARE adalah proyek yang direalisasikan oleh PT. Duta Paramindo pengembang Apartemen Green Pramuka City yang berniat mengubah pola konsumsi masyarakat. Manajemen GREEN PRAMUKA SQUARE dioperasikan oleh PT. Sinar Cempaka Sukses.

GREEN PRAMUKA SQUARE menjamin suasana menyenangkan pada saat berbelanja bagi para pengunjungnya. kenyamanan dan konsep baru adalah keunggulan kami.Dengan cara ini, pengunjung dapat dengan mudah dan efektif memilih apa yang ingin mereka cari.

Kami Hadir dengan konsep “URBAN ENTERTAINMENT LIFESTYLE CENTER”, GREEN PRAMUKA SQUARE selalu berinovasi untuk menarik pengunjung. Selain Fasilitas penunjang penghuni apartemen Green Pramuka City, kami membuat pengunjung merasa nyaman, tidak merasa bosan, dan terjebak ke dalam pusat konsep yang telah ada sebelumnya.

Pengalaman tak terbatas menunggumu di GREEN PRAMUKA SQUARE…

Text source : http://www.greenpramukasquare.com/#

Photo : koleksi pribadi

Green Pramuka Square, Jakarta
Green Pramuka Square, Jakarta
Green Pramuka Square, Jakarta
Green Pramuka Square, Jakarta
Green Pramuka Square, Jakarta
Green Pramuka Square, Jakarta

5 Soto Ayam Terenak di Jakarta, Ada yang Pernah Kamu Cobain?

Soto Ambengan Cak Di, Antasari, Jakarta

Kamu yang di Jakarta pengen menyantap semangkuk soto hari ini? Kalau iya, kamu perlu cobain lima rekomendasi soto terenak di Jakarta. Meski lokasinya didominasi di Jakarta Selatan, tapi gak ada salahnya kan mampir untuk merasakan sedapnya kuah kuning bercampur rempah dan daging ayam yang lezat.

Mana saja soto terenak di Jakarta? Cobain satu-satu untuk membuktikannya!

1. Soto Ambengan Pak Sadi (ASLI)

Soto Ambengan Pak Sadi
Soto Ambengan Pak Sadi
Soto Ambengan Pak Sadi
Soto Ambengan Pak Sadi
Soto Ambengan Pak Sadi

Buat, kalian yang sering main di sekitar Senopati. Pasti tidak asing dengan kedai soto ayam yang satu ini! Soto Pak Sadi merupakan soto ayam legendaris yang sudah ada dari sejak tahun 1980an,  terdapat berbagai varian soto spesial, jerohan, telur muda, daging, brutu serta soto Madura. Harga soto ayam ini berkisar antara Rp40.000 hingga Rp50.000.

Alamat: Jalan Wolter Mongisidi No.28, Senopati, Jakarta Selatan.

2. Soto Ayam Bangkong

Soto ayam ini merupakan soto khas Semarang yang sudah ada sejak tahun 1950. Di kedai soto ini hanya terdapat satu varian soto saja yaitu Soto Ayam Bangkong Crispy. Kalian dapat memilih dengan dicampur atau pisah nasinya. Harganya sendiri Rp28.500, bila nasinya dicampur dan Rp31.500 bila nasinya dipisah.

Kalian juga dapat menikmatinya dengan tambahan lauk yang tersedia seperti tahu, tempe bacem, sate telor, parung, bakwan jagung. Harga lauknya berkisar mulai dari Rp5.000 hingga Rp8.500.

Alamat: Jalan Pakubuwono V No.39, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

3. Soto Ayam Ambengan Cak-Di

Soto Ambengan Cak Di, Antasari, Jakarta
Soto Ambengan Cak Di, Antasari, Jakarta

Di kawasan perkantoran SCBD terdapat soto ayam yang terkenal yaitu, Soto Ayam Ambengan “Cak-Di”. Sama seperti soto ambengan pada umumnya soto ini menyediakan soto daging, brutu, jeroan dan rongkongan. Harga sotonya sendiri berkisar antara Rp24.000 hingga Rp27.000. Untuk lauknya sendiri kedai soto ini menyediakan emping, kerupuk udang, kulit ayam dan sapi. Semua lauknya dihargai Rp3.000.

Alamat: Jalan Tulodong Atas No.9A, SCBD, Jakarta Selatan.

4. Soto Ayam Apjay

Buat kalian para anak Jaksel pasti tidak asing dengan kawasan Panglima Polim. Salah satu kedai soto yang terkenal yaitu, Soto Apjay. Apjay sendiri  merupakan singkatan dari Apotek Jaya yang sekarang Apotek Century. Harga satu porsi soto ayam sangat murah yaitu hanya Rp20.000. Tak hanya soto saja di kedai soto tersebut kalian dapat memesan sate, nasi kebuli dan bubur.

Alamat: Jalan Panglima Polim IX No.22, Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

5. Warung Soto Ceker dan Ranjau Pak Gendut

Buat kalian pecinta ceker ayam kalian wajib cobain soto ayam berikut ini! Soto ceker merupakan menu andalan khas kedai soto ini. Tapi, bagi yang tidak suka ceker tidak perlu khawatir karena kedai soto ini juga menyediakan soto lainnya antara lain soto ranjau, soto ayam, soto Madura, soto babat, dan soto kikil.

Harga menu soto ini berkisar antara Rp17.000 hingga Rp28.000. Soto ini juga menyediakan berbagai varian gorengan yang dapat dijadikan sebagai teman pendamping seperti tahu, tempe, kerupuk dan aneka sate. Dengan harga berkisar Rp2.000 hingga Rp6.000.

Alamat: Jalan Haji Agus Salim No. 34, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Dari kelima kedai soto di Jakarta di atas, mana yang pengen segera kamu cobain? Atau mungkin kamu pernah mencicipi satu di antaranya.

Text source : https://www.idntimes.com/food/dining-guide/amp/amanda-putri/soto-ayam-terenak-di-jakarta-exp-c1c2

Photo : koleksi pribadi

Soto Ambengan Cak Di, Antasari, Jakarta
Soto Ambengan Cak Di, Antasari, Jakarta
Soto Ambengan Pak Sadi
Soto Ambengan Pak Sadi

Apartemen The Green Pramuka, Jakarta

Apartemen The Green Pramuka

The Green Pramuka merupakan kompleks apartemen yang terletak di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Lokasi aparteman ini berada di tengah segitiga emas di antara Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Apartemen ini terintegrasi dengan superblock Green Pramuka City yang terdiri dari shopping center, commercial area, serta hunian yang nyaman.

The Green Pramuka dibangun di atas lahan seluas 12,9 hektar dengan ruang terbuka hijau sebesar 80% dari total area. Apartemen ini mengusung konsep Green Living yang diterjemahkan dalam bentuk area terbuka yang luas berupa area tematis, area bersosialisasi, dan fasilitas umum. Kompleks apartemen ini direncanakan akan terdiri atas 17 tower setinggi 25 lantai dengan delapan tower di antaranya sudah dibangun dan dihuni. The Green Pramuka dikembangkan oleh PT Duta Paramindo Sejahtera yang telah berpengalaman di industri properti.

 Letak apartemen yang strategis membuatnya mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Jika berkendara menggunakan kendaraan pribadi melalui jalan Tol Dalam Kota, Anda dapat keluar di pintu Tol Pulomas atau pintu Tol Rawamangun. Jika berkendara dari arah pusat bisnis Sudirman dan Thamrin, Anda dapat melalui Jl. Sultan Agung, melewati Jl. Tambak menuju Jl. Pramuka.

Jika menggunakan moda transportasi umum, terdapat dua koridor bus TransJakarta yang melintas di depan apartemen. Anda dapat menggunakan bus TransJakarta koridor 4 Dukuh Atas – Pulo Gadung turun di Halte Pramuka BPKP, atau TransJakarta koridor 10 PGC Cililitan – Tanjung Priok dan turun di Halte Kayu Putih Rawasari.

Penghuni apartemen The Green Pramuka tidak perlu khawatir akan kebutuhan belanja, karena apartemen ini terintegrasi dengan pusat perbelanjaan Green Pramuka Square. Tersedia beragam toko yang menjual berbagai produk, mulai dari pakaian, sepatu, elektronik, mainan anak, hingga keperluan rumah tangga. Terdapat juga supermarket Lotte Mart untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Berbagai outlet makanan dan minuman juga tersedia, antara lain resto yang menyajikan makanan Asia, seperti Ta Wan, Mama Malaka, Mujigae, Marugame Udon, dan Gyu Jin Teppan, sampai coffee shop seperti Mokka Coffee Cabana dan Starbucks. Kebutuhan rekreasi juga terpenuhi dengan adanya arena permainan anak Fun World serta bioskop CGV.

Selain itu, ada beberapa pusat perbelanjaan lain yang mudah dijangkau dari apartemen ini. Antara lain, ITC Cempaka Mas (3,3 km), Mall of Indonesia (5,5 km), Mall Artha Gading (6 km), Mall Kelapa Gading (7,8 km) dan Arion Plaza (2,5 km).

Lokasi apartemen The Green Pramuka berada tidak jauh dari fasilitas kesehatan berkualitas. Tersedia RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (3,8 km) yang merupakan rumah sakit rujukan nasional. Rumah sakit ini juga berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan, salah satunya bagi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Tidak jauh dari RSCM, terdapat RS Saint Carolus (3,5 km) yang memiliki beberapa layanan unggulan, antara lain bone and joint centre, digestive centre, dan uro-nephrology centre. Layanan uro-nephrology di RS St.Carolus ditunjang oleh unit hemodialisis yang memiliki kapasitas 18 mesin. Selain kedua rumah sakit itu, ada beberapa rumah sakit lain, seperti RS Pertamina jaya (1,8 km), RS Islam Jakarta (2,6 km) dan RSUP Persahabatan (3 km).

Terdapat berbagai fasilitas pendidikan yang berada di sekitar apartemen. Salah satunya adalah Labschool UNJ (1,7 km) yang memiliki fasilitas pendidikan untuk usia KB/TK, SMP, dan SMA. Ada juga sekolah Al-Azhar Rawamangun (2 km) yang melayani pendidikan anak usia TK, SD dan SMP. Anda juga bisa menemukan beberapa sekolah negeri, antara lain SD Negeri 05 Rawasari (650 m), SMP Negeri 118 (800 m) SMA Negeri 30 (300 m), SMA Negeri 22 (2,5 km), dan SMA Negeri 31 (3 km). Untuk tingkat perguruan tinggi, Anda bisa memilih Universitas Indonesia Salemba (4 km), Universitas Negeri Jakarta (1,5 km) dan Universitas Jayabaya (1,2 km).

Apartemen The Green Pramuka dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung kenyamanan hunian. Selain pusat perbelanjaan, ada banyak fasilitas lain yang disediakan, di antaranya kolam renang di setiap tower, jogging track, taman bermain anak, minimarket, dan food court. Apartemen ini juga didukung oleh sistem keamanan 24 jam yang dilengkapi pantauan CCTV dan access card serta secure parking.

Jika Anda tidak ingin membeli, tersedia juga unit hunian apartemen yang dapat disewa. Unit apartemen tipe studio seluas 21 meter persegi dan dilengkapi perabotan, disewakan seharga Rp36 juta per tahun. Tipe unit lain seluas 33 meter persegi yang memiliki dua kamar tidur dan perabotan, ditawarkan dengan harga sewa Rp4,3 juta per bulan.

Delapan tower yang telah berdiri di The Green Pramuka adalah Faggio, Pino, Chrysant, Bougenville, Orchid, Penelope, Scarlet, dan Nerine. Terdapat beberapa tipe unit hunian yang tersedia di apartemen ini. Salah satunya tipe unit seluas 33 meter persegi yang terdiri dari dua kamar tidur dengan perabotan lengkap, yang dipasarkan dengan harga jual Rp550 juta. Tersedia juga unit apartemen tipe studio seluas 21 meter persegi dan dilengkapi perabotan, yang ditawarkan dengan harga Rp435 juta.

Source text : https://www.rumah.com/detil-properti/green-pramuka-city-10535

Photo : koleksi pribadi

Bir Pletok di Setu Babakan, Jakarta

Bir Pletok

Merayakan ulang tahun ke-494 Kota Jakarta pada 22 Juni 202, kamu bisa mempelajari mengenai asal-usul salah satu minuman tradisional populer kebanggaan masyarakat Betawi, yakni bir pletok.

Walaupun bernama ‘bir’, tak ada kandungan alkohol di dalam bir pletok. Minuman khas Betawi ini kerap juga disebut sebagai bir halal, dan keberadaannya bisa dirunut jauh ke zaman kolonialisme Belanda.

1. Meniru kebiasaan minum wine

Menurut pendiri Wisata Kreatif Jakarta Ira Lathief, bir halal ini konon tercipta dari pengaruh budaya minum alkohol dan wine (anggur) orang Belanda saat itu.

“Zaman dulu Belanda itu suka minuman beralkohol atau wine saat sedang pesta-pesta. Mereka minum bir atau wine ada efeknya, yaitu menghangatkan tubuh,” papar Ira seperti dikutip Kompas.com.

Hal itu ia sampaikan dalam sesi tur virtual Budaya dan Kuliner Betawi yang diselenggarakan oleh Atourin bekerja sama dengan Wisata Kreatif Jalarta, Senin (22/6/2020).

Saat itu, orang-orang Betawi merasa iri dengan orang-orang Belanda yang memiliki minuman penghangat tubuh.

Namun, karena sebagian besar orang-orang Betawi beragama Islam, akhirnya mereka menciptakan minuman khas dengan efek menghangatkan tetapi tidak memabukkan.

Namun, karena sebagian besar orang-orang Betawi beragama Islam, akhirnya mereka menciptakan minuman khas dengan efek menghangatkan tetapi tidak memabukkan.

2. Tercipta dari rempah-rempah

Bir pletok terbuat dari aneka rempah, seperti jahe, serai, kayu manis, dan kayu secang.

Rempah-rempah tersebut kemudian direbus bersama dengan gula merah dan menghasilkan warna merah dengan rasa rempah yang khas dan manis.

3. Asal-usul nama

Ada dua versi mengenai asal-usul nama bir pletok. Versi pertama, kata Ira, berasal dari bunyi yang terdengar saat proses mengocok bir dalam wadah.

Proses tersebut menghasilkan suara kocokan yang terdengar “pletok”.

Kemudian ada pula yang mengatakan bahwa sebutan tersebut berasal dari bunyi yang dihasilkan ketika orang Belanda membuka kemasan wine mereka. Bunyi tutup wine dibuka terdengar seperti “pletok”.

4. Dahulu disajikan panas

Bir pletok bisa dinikmati dalam keadaan panas maupun dingin. Bagaimana pun caranya, bir pletok tetap akan menghasilkan efek hangat pada tubuh.

Namun dahulu, bir pletok lebih populer dikonsumsi dalam keadaan panas.

Seperti dikutip dari buku buku “Kuliner Betawi: Selaksa Rasa dan Cerita” karya Akademi Kuliner Indonesia terbitan Gramedia Pustaka Utama, bahwa es batu baru pertama kali dikenal di Jakarta pada tahun 1960-an.

Bir pletok biasa disajikan di malam hari, saat musim penghujan, sebagai minuman penghangat bagi penduduk Betawi yang saat itu masih tinggal di lingkungan yang dingin.

5. Tak hanya jadi minuman penghangat

Namun seiring berjalannya waktu, bir pletok tak hanya menjadi minuman penghangat saja. Bir pletok kerap disajikan dalam keadaan dingin, sebagai minuman penyegar di kala udara panas.

6. Tak lagi jadi minuman rakyat

Penjual bir pletok kini semakin sulit ditemukan. Sehingga penyebarannya terkesan cukup eksklusif.

Padahal dulunya minuman ini termasuk dalam kategori minuman rakyat yang biasa dijajakan oleh pedagang keliling.

Kini, kamu bisa menemukan bir pletok di perkampungan Betawi. Misalnya, di Setu Babakan Jagakarsa.

Biasanya bir pletok bisa dibeli dalam kemasan botol kaca siap minum. Ada pula bir pletok instan bubuk yang tinggal kamu seduh saja di rumah.

Text source : https://www.kompas.com/food/read/2021/06/22/130400675/ketahui-6-fakta-bir-pletok-khas-betawi-dalam-rangka-ulang-tahun-jakarta?amp=1&page=2

Photo : koleksi pribadi

Setu Babakan

Cilandak Town Square (Citos), Jakarta

Cilandak Town Square (Citos), Jakarta

Ibu kota Jakarta memang terkenal memiliki banyak pusat perbelanjaan atau mal yang besar dengan fasilitas lengkap. 

Selain punya fasilitas lengkap, sejumlah mal di Jakarta juga memiliki area outdoor yang luas untuk para pengunjungnya bersantai.

Mal dengan area indoor dan outdoor yang bisa dijadikan pilihan berbelanja dan nongkrong di Jakarta adalah Cilandak Town Square (CITOS). Mal ini berlamat di Jalan TB Simatupang Kav 17, RT 6/RW 9, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Banyak food stall maupun tempat nongkrong yang menawarkan sirkulasi udara yang baik, beberapa langsung menghadap ke arah luar dan juga punya area makan outdoor. 

Saat jam makan siang, mal ini ramai dikujungi orang yang hendak mencicipi beragam kuliner. Jadi jika ingin nongkrong di sejumlah tempat makan instagramable disarankan untuk datang luar jam makan siang, mal buka pukul 07.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Text source : https://travel.kompas.com/read/2022/02/12/210900227/8-mal-di-jakarta-dengan-area-outdoor-instagramable-cocok-buat-foto?page=all#page2

Photo : koleksi pribadi

Kopi Kenangan

Kopi Kenangan

Kopi Kenangan, jaringan makanan dan minuman (F&B) masuk dalam jajaran usaha berstatus unicorn atau yang memiliki valuasi US$1 miliar atau lebih. Status unicorn disambar Kopi Kenangan usai mendapat pendanaan Seri C Tahap Pertama senilai US$96 juta atau sekitar Rp1,3 triliun.

“Melalui pendanaan ini, valuasi perusahaan kini menembus US$1 miliar dan menempatkan Kopi Kenangan sebagai perusahaan New Retail F&B Unicorn pertama di Asia Tenggara,” kata CEO dan Co-Founder Kopi Kenangan Edward Tirtanata dalam keterangan resmi, dikutip Senin (27/12).

Edward memaparkan pendanaan Seri C dipimpin oleh Tybourne Capital Management, dan diikuti sejumlah investor dari seri sebelumnya, seperti Horizons Ventures, Kunlun, dan B Capital, serta investor baru yaitu Falcon Edge Capital. Ia menyebut pendanaan ini diperoleh setelah Kopi Kenangan mengukuhkan posisinya sebagai merek dengan permintaan domestik yang tinggi.

Edward menyatakan Kopi Kenangan juga berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang baik selama 12 bulan terakhir, dengan angka penjualan lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Menurut dia, hal ini berhasil dilakukan dengan menjaga tingkat profitabilitas yang sehat pada setiap gerai, sekaligus memangkas periode balik modal setiap gerai menjadi lebih singkat.

Selama satu tahun terakhir, aplikasi Kopi Kenangan juga tercatat sebagai aplikasi kopi yang paling banyak diunduh dan berhasil meraih peringkat terbaik di Indonesia,” ujar dia. Dengan pendanaan baru ini, perusahaan berencana untuk mempercepat ekspansi gerai ke seluruh Indonesia. Kopi Kenangan juga akan memperluas jaringannya hingga merambah pasar internasional.

“Visi kami adalah menjadi merek yang paling dicintai para pelanggan di Asia Tenggara, selain itu, terkait rencana 5 tahun ke depan, kami berkomitmen untuk memperluas jangkauan secara cepat hingga mencapai ribuan gerai di Asia Tenggara, sekaligus melengkapi portfolio kami dengan produk-produk yang dapat memenuhi kebutuhan pasar,” terang dia.

Text source : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20211227112824-92-739044/kopi-kenangan-jadi-unicorn-usai-disuntik-rp13-t/amp

Photo : koleksi pribadi

Soto Ayam Ambengan Pak Sadi (Asli), Cempaka Putih, Jakarta

Soto Ayam Ambengan Pak Sadi (Asli), Cempaka Putih, Jakarta

Untuk urusan kuliner, Indonesia memang juaranya. Tak terhitung ragam kreatifitas masyarakat dalam mengelola bumbu-bumbu untuk menghadirkan hidangan penuh selera ala nusantara. Tak ada yang meragukan itu, bahkan hidangan tradisional Indonesia pun sudah merambah batasan negara. Kegiatan seperti Indonesia Travel akan menambah semarak pengenalan Indonesia seutuhnya. Soto misalnya, soto memang banyak sekali rupa dan asalnya. Terkadang hampir mirip tapi ada beberapa ciri khas yang beda yang bikin penasaran untuk di coba.

Soto Ayam Ambengan Pak Sadi Asli salah satunya. Pak Sadi sang pemilik memulai dari nol untuk berdagang keliling dan menjadi PKL di bekas Asrama Brimob Surabaya, sekitar tahun 1971-an usahanya berlokasi di pojok jalan Ambengan Surabaya, dimana nama jalan tersebut merupakan cikal bakal merek dagang dari usahanya yaitu “Soto Ayam Ambengan”. Sejalan dengan waktu, usaha kuliner soto ayam tersebut berkembang dan banyak pelanggannya. Kesuksesan tersebut ternyata membuat para pedagang soto lain ikut menggunakan nama “Ambengan” sebagai merek dagangnya. Mengantisipasi hal itu Pak Sadi pada tahun 1989 mendaftarkan nama “Soto Ayam Ambengan Pak Sadi Asli” tersebar dibeberapa kota di Indonesia.

Keistimewaan dari “Soto Ayam Ambengan Pak Sadi Asli” terletak dari cita rasa soto ayam yang khas, yang dihasilkan dari bumbu-bumbu pilihan. Karena itu rasanya berbeda dari soto ayam lainnya, selain itu juga adanya POYA khas Pak Sadi Asli yang terbuat dari krupuk udang pilihan menambah kenikmatan istimewa soto racikan Pak Sadi.

Juara Di Singapura
Singapura menggelar World Street Food Congress bulan Juni 2013 lalu. Acara ini diselenggarakan untuk memberikan apresiasi kuliner kaki lima (street food) yang dimana Indonesia masuk dalam daftar 20 kuliner kaki lima terbaik dunia. Ada empat jenis kuliner Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut. Salah satunya adalah Soto Ayam Ambengan Pak Sadi yang berada di urutan pertama.

“Kenapa Soto Ayam Pak Sadi bisa menjadi yang pertama, ada tiga hal. Yang pertama bagaimana Pak Sadi merintis usaha soto ayamnya dari kecil hingga sekarang dia memiliki 15 outlet,” yang kedua adalah dengan belasan outlet yang dimiliki oleh Pak Sadi, sudah tentu dia membuka banyak kesempatan kerja. Sedangkan yang ketiga yakni soto ayam menjadi sebuah ikon untuk kuliner Indonesia dan Masakan soto tak ada di negara lain di seluruh dunia.

Nah jika anda ingin menikmati nikmatnya Soto Ayam Ambengan Asli Pak Sadi, ada salah satu outlet di kawasan Bintaro tepatnya di Kav 1 Sektor 1 Ruko Grand Bintaro II Taman Barat No. 3 Bintaro Jaya, Jakarta Selatan. Di outlet ini selain menyediakan Soto ada menu-menu lain yang tak kalah lezatnya seperti Ayam Bakar/Goreng, Ayam Saos Mentega, Ayam Asam Manis, Gurame Bakar/Goreng, Gurame Asam Manis, Bawal Bakar/Goreng, Lele Bakar/Goreng, Nasi Goreng Spesial, Mie Goreng Spesial, Tahu Lada Garam, Tahu Telor Asin, Tahu Tempe Goreng, Tempe Mendoan, Capcay, dan Aneka Minuman Juice.

Text source : https://info-kuliner.com/soto-ayam-ambengan-pak-sadi/

Photo : koleksi pribadi

Soto Ayam Ambengan Pak Sadi (Asli)

Maxx Coffee

Dimulai pada tahun 2015, kami adalah rantai kopi gaya hidup populer dengan lebih dari 80 outlet di 23 kota di seluruh Indonesia. Pada tahun 2020 kami memperluas jejak kami ke Singapura sebagai pos terdepan internasional pertama kami di luar negeri, dengan rencana pertumbuhan di Asia.

Kami bertujuan untuk memberikan pengalaman yang membangkitkan rasa ‘rumah’ dengan gaya layanan yang hangat dan akrab seperti kafe butik lokal, namun dengan jajaran minuman khas kelas dunia, pilihan makanan, dan kopi single-origin Indonesia yang eksklusif.

Dirancang untuk memenuhi gaya hidup pecinta kopi modern, gerai kami adalah ruang sosial dengan campuran ruang kerja bersama yang memungkinkan pertukaran ide, stan untuk memicu percakapan, dan sudut yang nyaman bagi siapa saja yang menginginkan ruang yang tenang untuk menikmati buku.

Text source : https://www.maxx-coffee.sg/

Photo : koleksi pribadi

Offroad Cikole Lembang, Bandung

Offroad Cikole Lembang

Sekarang ini banyak wisatawan yang mencari hal berbeda dalam kegiatan wisata mereka. Salah satu jenis wisata di Bandung yang sedang banyak dicari adalah yang berkarakter alam, menegangkan, menantang, dan ekstrem.

Salah satu wisata ekstrem yang populer dari dulu sampai sekarang di Bandung adalah offroad. Offroad sendiri adalah kegiatan mengendarai kendaraan di luar jalan raya yaitu di alam terbuka baik itu jalan tanah, lumpur, pasir, sungai, atau bebatuan yang masih dalam kondisi apa adanya.

Lokasi yang dipilih sebagai track offroad biasanya adalah hutan, kebun yang luas, dan semacamnya. Dengan kata lain, offroad adalah kegiatan otomotif yang menggunakan mobil penggerak 4 roda. Jenis-jenis mobil yang digunakan adalah mobil-mobil jeep atau jenis SUV (Sport Utility Vehicles).

Mobil-mobil jeep itulah yang biasa digunakan untuk wisata naik jeep di Bandung dan juga daerah-daerah lain.

Untuk itu, pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan beberapa tempat atau jalur di kawasan Bandung yang biasa dipakai melakukan kegiatan offroad Bandung. Simak baik-baik ya.

Pertama adalah Puncak Bukit Upas yang memiliki ketinggian 1956 mdpl, dan berlokasi di kawasan Tangkuban Perahu, Bandung. Sensasi menelusuri jalanan di sini menjadi favorit wisatawan. Track ini sangat cocok digunakan untuk digunakan saat subuh hari. Di puncak Anda bisa menyaksikan matahari terbit atau sunrise.

Untuk mencapai tempat ini tidaklah mudah, selain perjalanan yang cukup jauh, juga medan jalan pun terbilang menantang adrenaline karena berlumpur dan berbatu. Karena jalanan untuk mencapai lokasi ini berlumpur dan berbatu, maka banyak komunitas mobil Land Rover yang sering berkunjung ke tempat ini.

Selain mobil offroad, motor trail pun cocok untuk digunakan guna mengunjungi tempat ini. Rata-rata dari mereka berangkat dari tengah malam dan tiba di Upas Hill Tangkuban Perahu ini saat sunrise atau terbitnya matahari.

Kedua ialah Hutan Rahong. Letaknya ada di Pangalengan Kabupaten Bandung atau di Bandung selatan karena sebelumnya berada di Bandung utara. Lokasi offroad di Bandung berikutnya adalah Pangalengan.

Menariknya tempat ini ialah adanya pemandangan yang berbeda dengan daerah lain menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Anda akan dimanjakan dengan pemandangan alami ketika mulai masuk track awal memasuki Hutan Rahong, yang dikelilingi pohon pinus yang biasa dipakai permainan paintball.

Ketiga yaitu jalur offroad di Bandung yang berlokasi di Desa Sukawana Cikole Lembang tepatnya di Leuweung Kunthi serta melalui perkebunan teh dan menembus hutan pinus memberikan kesan tersendiri bagi para pecinta offroad dengan landy atau land rover.

Awalnya jalur ini jalan setapak kemudian dibuka oleh komunitas Land Rover Club Bandung (LRCB). Hingga kemudian kegiatan outbound dan offroad disini pun menjadi pilihan favorit dalam acara family gathering, dengan melalui trek sepanjang 20 KM, medan offroad Sukawana-Cikole terbilang berat.

Jalur yang membelah Hutan Jatiwangi ini memiliki tiga cekungan dalam berlumpur, terjal, curam dan sempit. Track yang panjang akan mengelilingi Gunung Burangrang dan Tangkuban Perahu.

Keempat adalah Ciwidey yang berlokasi di Bandung Selatan. Di Ciwidey terdapat perkebunan teh yang sejuk serta pemandangan alam yang menakjubkan. Track offroad di Ciwidey yaitu melawati jalan berlumpur dan berbatu di kawasan Situ Patenggang Ciwidey, yang tentunya tak kalah seru dengan tempat offroad di Bandung lain.

Text source  :  https://retizen.republika.co.id/posts/30434/tempat-offroad-di-bandung-paling-seru-dan-menantang

Photo : koleksi pribadi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai