Imperial Kitchen & Dimsum adalah salah satu brand yang dikelola oleh Imperial Group yang menyajikan berbagai macam Chinese Food (No Pork No Lard)
Imperial Group membuka gerai pertama Imperial Kitchen & Dimsum pada tahun 2009 di Cilandak Town Square dan kini Imperial Kitchen memiliki gerai di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Bali
Salah satu daya tarik utama Imperial Kitchen & Dimsum adalah Dimsum. Imperial Kitchen menawarkan berbagai macam dimsum seperti siew mai, hakao, bakpao isi kuning telur, bakpao ayam BBQ kukus, bakso sapi kukus dengan kulit dadih, dan masih banyak lagi.
Selain Dimsum khas kami, nikmati hidangan khas kami seperti ayam goreng pedas dengan bawang putih, bebek panggang, tahu buatan sendiri dengan jamur shimeji, tumis Kai-lan dengan dua variasi, dan banyak pilihan rekomendasi koki dan minuman.
Rumah Adat Batak Toba, Tomok, Pulau Samosir, Sumatera Utara
Suku Batak yang mendiami pedalaman Sumatera Utara terbagi menjadi enam sub suku. Mereka adalah Batak Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Angkola dan Mandailing. Sementara dua subkelompok telah masuk Islam, yang lain sebagian besar telah masuk Kristen, terutama melalui upaya misionaris Jerman.
Meskipun demikian, kepercayaan dan tradisi kuno, adat dan ritual masih bertahan sampai hari ini bahkan oleh masyarakat yang telah pindah dan bermukim di banyak bagian kepulauan Indonesia.
Yang paling mencolok ketika mengunjungi Danau Toba adalah desa-desa Toba dan rumah-rumah tradisionalnya yang menarik, di mana contoh terbaik adalah di Tomok dan Simanindo di pulau Samosir. Namun, dengan modernisasi, hampir tidak ada rumah tradisional baru yang dibangun, sehingga merupakan kesempatan khusus untuk mengunjunginya sebelum benar-benar ditinggalkan dan rusak.
Untuk melindungi desa dari serangan luar, tembok pertahanan tanah yang mengelilingi desa, dengan pagar bambu dan pohon.
tahan Batak Toba sendiri, seperti desa Tomok, terdiri dari deret rumah kayu besar yang terpisah dengan atap ilalang berbentuk pelana yang mencolok yang terbuat dari ijuk (disebut ijuk ), meskipun banyak atap sekarang telah diganti dengan yang lebih lama. tapi lembaran bergelombang tidak romantis. Rumah-rumah ditinggikan dan ditopang di atas tumpukan besar satu hingga dua meter, bantuan untuk menghindari banjir dan binatang. Rumah-rumah di Tomok berdiri membelakangi danau.
Di Pulau Samosir, rumah adat Batak Toba disebut “jabu” atau “rumah bolon”. Sementara di seberang rumah, di seberang area beraspal terbuka terdapat lumbung padi yang disebut “sopo”, yang ukurannya hampir sama dengan rumah itu sendiri, di mana beras dulu disimpan, tetapi juga bisa bekerja sebagai asrama tambahan. Daerah desa beraspal di antara mereka adalah “alaman” di mana upacara berlangsung atau beras dijemur hingga kering.
Rumah terbesar dan paling menonjol adalah aula pertemuan komunal yang disebut “bale” dan rumah ketua, dibedakan dengan gambar bunga dan dedaunan dekoratif yang rumit dalam warna merah, putih dan hitam di atap pelananya. Tiga warna mewakili 3 bidang kosmos, yaitu merah melambangkan dunia manusia, putih, terbuat dari kapur, untuk roh yang baik, dan hitam yang terbuat dari arang, mewakili dunia bawah.
Contoh yang sangat baik adalah rumah kepala suku Raja Sidauruk di Simanindo , yang sekarang menjadi museum, tempat pertunjukan wayang sigalegale diadakan.
Banyak rumah di Toba juga didukung dengan ukiran simbolis dada dankek (disebut cicak ). Dada untuk kesuburan dan tokek untuk perlindungan rumah, sedangkan di puncak pelana selalu ditempatkan kepala kerbau, yang melimpahkan kemakmuran bagi penghuninya.
Oleh karena itu, rumah Batak Toba memiliki tiga zona berbeda. Zona bawah rumah di antara tumpukan adalah area kerja dan sering digunakan sebagai kandang hewan. Area lantai, zona di atasnya, adalah rumah sebenarnya dari keluarga besar, yang dapat diakses melalui tangga atau tangga. Bagian dalam rumah tidak memiliki bagian dan oleh karena itu merupakan satu aula yang panjang dan remang-remang. Pada malam hari, kain ditarik untuk memisahkan ruang tidur antara setiap keluarga.
Sedangkan lantai tertinggi atau loteng merupakan bagian terpenting dari bangunan tempat diletakkannya pusaka keluarga dan tempat pemuliaan leluhur.
Sebuah rumah dulunya dinikmati oleh empat hingga enam keluarga, namun kini hanya satu keluarga yang tinggal dalam satu rumah.
Untuk mengamati dan mempelajari beragam desain arsitektur dan konstruksi rumah milik marga Batak, kunjungi Pusat TB Silalahi dan museum Batak di kota Balige yang terletak di pantai paling selatan Danau Toba.
Aceh dengan alamnya yang indah dan masyarakatnya yang islami. Berbincang tentang Aceh pasti terlintas tentang sebuah bencana besar, tsunami dahsyat yang pernah melanda manusia abad ini. Namun bukan saja tentang tsunami, ada hal yang tidak bisa kita lupakan jika kita berkunjung ke Aceh. Nah, salah satu yang tidak terlupakan dari Aceh itu adalah kulinernya yang lezat.
Satu sudut di selatan Jakarta, mengingatkan kita akan masakan gampong di Aceh. Rumah makan sederhana dengan sejuta rasa Aceh itu bernama Jambo Kupi, tepatnya di Jl. Raya Rawa Bambu no. A4, Komp. Batan, Pasar Minggu. Iinteriornya merupakan kombinasi antara kayu bambu dengan batu bata, bangku dengan nuansa ke-aceh-an bertebaran di sisi luar rumah makan ini.
Dari depan memang terlihat sederhana, tapi ternyata ketika masuk terdapat dua ruangan, yaitu ruang luar yang berseberangan dengan dapur dan ruang dalam yang ber-AC. Dapur terletak di bagian paling depan, dekat pintu masuk. Kami memilih duduk di luar sambil menonton barista meracik kopinya sambil menarik-narik kupi serasa di Aceh.
Makanan khas Aceh yang cukup unik karena tidak hanya menjual mie Aceh, tapi juga menu khas Serambi Mekkah lainnya seperti sayur pliek u, ayam tangkap, gulai bebek, bahkan sampai kue timpan.
Menu yang disajikan di sini cukup beragam yaitu nasi guri, nasi briyani khusus hari Jumat, lontong sayur, nasi goreng, mie Aceh, martabak, roti cane, roti jhon, serta aneka lauk seperti ayam, bebek, burung, daging sapi & kambing, dendeng aceh, ikan, udang, cumi, telur, perkedel, dan sayur.
Untuk minuman dan dessertnya tersedia kupi Aceh ulee kareng pastinya, minuman segar, jus, rujak, es puter, aneka kue Aceh serta cemilan. Lengkap sekali bukan?
Oh ya minuman yang asik buat nongkrong adalah kupi sanger dan teh tarek. Rasanya uenak dan Aceh banget. Pas mengembalikan rasa kangen pada gampong di Aceh.
Selain di Jalan Rawa Bambu no. 4, Pasar Minggu Jakarta Selatan, Jambo Kupi juga telah membuka gerai di kawasan Kemang Jakarta Selatan dan Jl. Jendral Ahmad Yani no. 58, Bogor. Untuk pencinta kuliner Aceh, tempat ini bisa menjadi rujukan yang pas untuk memanjakan lidah, tanpa harus pergi ke Aceh.***
Tahun ini, Imlek atau Tahun Baru China jatuh pada 1 Februari 2022.
Menurut catatan sejarah Imlek, peringatan tahunan ini sarat akan berbagai tradisi yang sudah berlangsung sejak zaman dahulu dan masih dilestarikan sampai sekarang.
Perayaan Imlek 2573 Kongzili di tahun 2022 disambut dengan shio Macan Air sekaligus menjadi pertanda pergantian awal musim semi.
Untuk mengetahui bagaimana perjalanan panjang dari rangkaian Imlek, berikut sejarah lengkapnya seperti dilansir dari China Highlight.
Sejarah Imlek Era Dinasti Shang
Awal mula berlangsungnya Imlek atau Tahun Baru China diyakini terjadi pada zaman Dinasti Shang pada 1600-1046 sebelum masehi (SM), sekitar 3500 tahun lalu.
Di zaman itu, orang-orang mengadakan upacara pengorbanan sebagai bentuk menghormati dewa dan leluhur yang dilakukan setiap awal serta akhir tahun.
Momentum tersebut juga menjadi ritual untuk mempersembahkan korban kepada leluhur atau dewa, sekaligus menyembah alam sambil memberkati hasil panen pada pergantian tahun.
Masih berlatar era Dinasti Shang, sejarah Imlek turut diwarnai dengan cerita legenda terkait serangan monster bernama Nian.
Nian digambarkan berupa monster kejam bergigi taring, pemakan hewan ternak, hasil bumi, sampai manusia. Sosok Nian juga dianggap seperti ‘monster tahunan’ yang selalu menyerang kehidupan manusia setiap malam tahun baru.
Salah satu cara untuk mencegah serangan Nian yang menghancurkan harta benda, warga rela menghidangkan beberapa makanan di setiap pintu rumah untuk Nian.
Konon, menurut nasihat leluhur, monster Nian takut dengan suara keras (petasan) dan hal-hal berwarna merah.
Oleh sebab itu, orang-orang mulai memasang lentera merah dan gulungan kertas merah di setiap jendela serta pintu rumah mereka untuk mencegah Nian masuk.
Lalu, ada juga bambu bakar atau sekarang diganti dengan petasan untuk menakut-nakuti Nian. Hal ini dipercaya membuat Nian tidak pernah muncul lagi.
Era Dinasti Han sampai Sekarang
Berlanjut ke era Dinasti Han pada 202 SM – 220 M, perayaan Imlek semakin populer. Salah satu tradisi yang paling dikenal kala itu adalah membakar bambu untuk membuat suara retakan yang keras.
Di tahun ini juga, Dinasti Han menetapkan tanggal Tahun Baru China atau Festival Musim Semi berdasarkan kalender Lunar Tiongkok.
Rangkaian festival Imlek mulai bervariasi, khususnya ketika memasuki era Dinasti Wei dan Jin (220-420). Ritualnya tidak hanya upacara pengorbanan pada leluhur, melainkan ada kegiatan membersihkan rumah, makan bersama, sampai acara hiburan.
Kegiatan Tahun Baru Imlek justru semakin meriah pada era Dinasti Tang hingga Qing karena kemakmuran ekonomi.
Pada era Dinasti Tang, ritual inti masih terus dilakukan, namun ada beberapa hal lain yang menjadi tambahan. Di antaranya perayaan petasan, pertunjukan lampion, pameran kuil, hingga mengunjungi sanak saudara.
Festival Musim Semi ini perlahan mulai mengikuti zaman menjadi lebih modern tapi tetap religius. Perbedaannya ada pada kegiatan pendukung yang lebih menghibur.
Terlebih di masa seperti sekarang, selain beribadah, umat Tionghoa berlomba-lomba mendekor hunian mereka dengan segala macam ornamen khas Imlek sehingga semakin berwarna.
Itu-lah rangkaian sejarah Imlek dari zaman ke zaman yang diperingati sebagai perayaan Tahun Baru Cina. (avd/asr)
Grand Indonesia adalah Mall premium sukses yang menawarkan pengalaman belanja Internasional dan berbagai pilihan fashion, restoran, dan hiburan. Grand Indonesia terdiri dari East Mall dan West Mall yang dihubungkan oleh Skybridge dengan luas total 263.226 m2 dan ± 140.000 m2 area yang dapat disewakan.
Terletak di tengah kota yang paling terkenal dan bergengsi di Jakarta Pusat, Bundaran HI, Grand Indonesia adalah pengembangan terintegrasi yang terdiri dari Mall Grand Indonesia, Menara BCA, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta dan Kempinski Private Residences.
West Mall dibuka untuk umum pada bulan April 2007 dan diikuti oleh East Mall pada bulan Agustus 2007. Grand Indonesia mempunyai semua merek favorit dengan anchor tenant Seibu Department Store, CGV* Cinemas dan Central Dept. Store dari Thailand. Ada beberapa mini anchor seperti Alun-Alun Indonesia, Ace Hardware, Cotton On, H&M, Gramedia, Uniqlo, Victoria’s Secret dan Zara. Banyak dari mini anchor kami juga merupakan toko utama dari merek tersebut. Ada beberapa brand fashion dan lifestyle internasional ternama lainnya untuk segala usia di Grand Indonesia seperti Pull & Bear, Levi’s, Mothercare, ELC, Justice, Dr. Marten., Nike, Adidas, dll.
Grand Indonesia bukan hanya tempat untuk para fashionista tapi juga surganya para pecinta kuliner. Dengan jumlah total lebih dari seratus tenant F&B, pelanggan tidak akan pernah kehabisan pilihan tempat makan. Mulai dari Paulaner Brauhaus – brewer terbesar dan satu-satunya microbrewery di Jakarta, Social House, Publik Markette, Haidilao, Union Deli, Café Milano, Gyu-kaku dan masih banyak lagi.
Bintaro memang terkenal dengan surganya kuliner karena kemanapun matamu memandang kamu akan selalu bisa menemukan beragam restoran, kafe, dan food court yang menawarkan beragam jenis makanan. Salah satu restoran yang baru penulis coba datangi adalah Umaku Sushi di Bintaro, kalian bisa menemukan restoran ini di Ruko Sentra Menteng, Bintaro yang terletak bersebelahan dengan Lotte Bintaro, dari pinggir jalan kalian bisa dengan mudah mengindentifikasinya, selain di Bintaro kalian bisa menemukan di sekitaran Jabodetabek.
Restoran Umaku Sushi Bintaro terletak di bangunan berformat ruko dimana lantai dasar digunakan untuk dapur, kasir, dan meja makan tetapi konfigurasi meja makan di lantai ini sangat berdempetan, untuk mau yang berbadan besar sebaiknya makan di lantai dua saja.
Lantai dua restoran ini diisi oleh meja makan, toilet, dan musala. Konfigurasi meja makan disini lebih luas dibandingkan di lantai satu, kedua lantai merupakan ruangan bebas asap rokok, jadi buat kamu yang mau merokok kalian bisa melakukannya dil luar restoran.
Di restoran Umaku Sushi Bintaro, pramusaji memiliki fungsi ganda yaitu melayani pelanggan, menyiapkan makanan yang dipesan dan membantu koki serta menjadi kasir. Yang kalian perlu perhatikan adalah pencatatan pesanan yang masih dilakukan manual, pastikan kalian mengecek dua kali bill sebelum melakukan pembayaran.
Walaupun restoran ini tidak memiliki nama besar seperti restoran sushi yang buka di mall atau restoran sushi yang selalu buka berdampingan dengan tempat refleksi ternyata makanan di restoran ini memiliki rasa yang luar biasa.
Rasa masakan di Umaku Sushi Bintaro akan membuat kalian akan memutuskan untuk mengubah restoran Sushi favorit kalian ketika mengajak pasangan, teman atau keluarga untuk makan. Selain rasa, ukuran porsi Umaku jika dibandingkan chain restoran lain juga lebih banyak, hal ini merupakan unsur penting bagi masyarakat Indonesia jika memilih restoran.
Untuk minuman, Umaku Bintaro tidak terlalu banyak menawarkan variasi menu, untuk minuman refill terdapat Ocha dingin dan panas tetapi untukmeminta refill kalian harus rajin-rajin memanggil pramusaji karena pramusaji di tempat ini tidak cekatan seperti restoran-restoran Sushi lainnya.
Buat kalian yang ingin makan enak, Umaku Sushi Bintaro merupakan pilihan yang tepat!!!
Wisma 46 – dikenal sebagai bangunan “Ppen” – mendominasi langit Jakarta dengan ketinggian 262 meter yang mengesankan. Desain unik dari Wisma 46 yang membedakannya dari bangunan komersial lainnya di Central Business District, yang menjadikan gedung ini sebagai ikon dari Skyline Jakarta.
Wisma 46 dirancang oleh perusahaan arsitektur terkenal di dunia, Zeidler Partnership Architects (Zeidler Roberts Partnership), yang dikenal untuk proyek-proyek yang telah diakui dunia internasional seperti Canada Place di Vancouver dan Media Park di Cologne, Jerman. keahlian Zeidler Partnership Architects dan portofolionya, memastikan bahwa setiap detail dari Wisma 46 adalah standar kelas dunia.
Wisma 46 adalah bagian integrasi dari 16 hektar Kota BNI Kota termasuk didalamanya Shangri-La Hotel dan Shangri-La Residences, dan penawaran Casa Domaine. Dengan rencana untuk pengembangan lebih lanjut, Kota BNI City akan menjadi campuran terintegrasi dari bangunan komersial, outlet ritel, dan hunian di Central Business District Jakarta.
Wisma 46 dimiliki oleh PT Swadharma Primautama, aliansi perusahaan antara Yayasan Dana Pensiun BNI, Salim Group, dan Lyman Group – yang berkomitmen untuk menyediakan produk dan layanan berkualitas kepada semua penyewa dan pengunjung. Tim Pemasaran dan Manajemen Properti kami memiliki pengalaman berkualitas tinggi di manajemen bangunan dan perkantoran. Wisma 46 telah sertifikasi ISO 9001 : 2015 untuk menerima Pelayanan Tamu dan Tim Manajemen selalu berkomitmen dalam mempertahankan standar pelayanan internasional.
Wisma 46 memiliki berbagai sarana dan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan dan kenyamanan penyewa. Wisma 46 memiliki area parkir yang luas di luar dan dalam gedung, dengan 2 tingkat parkir bawah tanah untuk melayani kebutuhan parkir. Nikmati keamanan 24 jam dengan sistem pemantauan televisi 24 jam (CCTV). Semua kendaraan, tas, dan paket yang masuk disaring dengan teliti oleh tim keamanan profesional Wisma 46 sebelum diizinkan memasuki area Wisma 46.
Wisma 46 dilengkapi dengan sistem alarm kebakaran, floor-to-floor fire proofing, sprinkler, fire pemadam (alat pemadam kebakaran), dan detektor asap yang sesuai dengan NFPA dan kode lokal. peralatan keselamatan diaktifkan dan diuji secara teratur. Staf Wisma 46 bekerja untuk merespon dengan cepat dalam keadaan darurat.
Wisma 46 memiliki tim engineering sendiri khusus yang melakukan pemeriksaan rutin, servis, dan pemeliharaan semua peralatan teknik di gedung. Tim engineering berkomitmen untuk menjaga Wisma 46 beroperasi dengan lancar.
Dengan ketinggian 50 lantai Wisma 46 dilengkapi dengan lift melayani tinggi untuk melayani semua lantai kantor dan eskalator untuk lantai ritel. Dengan mengesankan 11 meter-an ketinggian grand lobby lantai dasar, Wisma 46 memiliki pelat lantai yang luas dengan menawarkan efisiensi dan fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan para penyewa. Ada pantry umum di setiap lantai kantor dan ruang mandi eksekutif di setiap lantai lainnya. Bangunan ini juga dilengkapi dengan fleksibel AC, sistem “underfloor trunking”, dan 100% listrik cadangan generator.
Terletak di Basemant 1 (B1), kantor layanan pelanggan yang dikelola oleh tim customer service profesional yang selalu siap membantu penyewa dan pengunjung dengan pertanyaan apapun. Tim customer service dapat membantu promosikan setiap acara penyewa atau kegiatan. Untuk segala pertanyaan berhubungan dengan peraturan bangunan dan manajemen, jangan ragu untuk menghubungi tim customer service Wisma 46.
Tempat belanja yang kini banyak dikunjungi adalah Rumah Mode Bandung atau Factory Outlet yang menyediakan berbagai kebutuhan fashion dengan kualitas terbaik namun harga tetap pas di kantong.
Tinjauan
Rumah Mode Bandung adalah tempat belanja besar, yang menyediakan berbagai koleksi produk fashion yang keren, untuk semua kalangan usia, baik pria maupun wanita. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.
Rumah Mode kini menjadi salah satu tempat wisata belanja yang banyak digemari wisatawan asal Jakarta, Bogor, Sentul dan sekitarnya.
Didesain dengan memberikan kesan nyaman menjadi salah satu alasan banyak wisatawan yang lebih memilih belanja di tempat ini. Bangunan Rumah Mode Bandung ini tidak seperti Mall besar, yang megah nan mewah.
Factory Outlet satu ini memiliki bangunan layaknya rumah biasa, dengan perpaduan arsitektur tradisional, arsitektur Bali dan arsitektur modern. Sehingga membuat semua orang merasa nyaman berada di rumah sendiri.
Fasilitas
Tidak hanya dipenuhi dengan berbagai produk fashion yang kekinian, ruang belanja dengan konsep rumah tradisional yang luas, juga dilengkapi dengan beragam fasilitas lainnya. Inilah yang membuat pengunjung merasa nyaman ketika berbelanja di tempat ini.
Fasilitas yang tersedia juga tidak hanya untuk pengunjung yang ingin berbelanja saja. Namun, juga untuk yang menunggu pasangannya yang sedang berbelanja.
Kelebihan Rumah Mode Bandung
Berikut ini adalah berbagai keistimewaan yang dimiliki oleh Rumah Mode Bandung atau Factory Outlet tempat belanja terfavorit di kota Bandung.
Desain yang diterapkan menawarkan konsep suasana berbelanja yang nyaman, asri dan menyenangkan. Itulah yang membuat tempat ini nge-hits dan mudah diterima dikalangan anak muda dan masyarakat kota Bandung sekitarnya. Bangunan yang dibuat layaknya Mall-mall besar Bandung, namun seisi gedung didesign dengan lebih ramah dan membumi.
Layaknya rumah pribadi yang disertai dengan ornamen taman yang lumayan luas. Didepannya dilengkapi juga dengan fasilitas air mancur yang dapat menambah kesan seperti rumah pribadi bagi pengunjung.
Dalam satu kawasan menyediakan berbagai macam model fashion yang selalu populer. Selain itu, tidak hanya dilengkapi dengan berbagai fashion-fashion kekinian, tempat ini juga bisa menjadi tempat nongkrong asik yang santai.
Koleksi Fashion
Rumah Mode Bandung merupakan salah satu Factory Outlet terbesar di Bandung yang menyediakan berbagai macam barang fashion dengan sangat lengkap. Berikut koleksi fashion yang bisa anda temukan di Rumah Mode Bandung.
Harga Barang
Jika berbicara mengenai harga barang fashion yang disediakan oleh Rumah Mode Bandung ini memang cukup menguras kantong, jika dibandingkan dengan Factory Outlet di sebagian besar Bandung. Namun hal ini akan terbayarkan dengan berbagai fasilitas yang ada di dalamnya.
Yaitu ruangan yang didesain nyaman untuk berbelanja atau berwisata kuliner. Bagi Anda yang tidak suka membawa uang tunai, tidak perlu khawatir akan kesulitan berbelanja di sini, karena tempat ini juga menerima pembayaran menggunakan kartu kredit dan kartu debit.
lokasi
Lokasi Rumah Mode Bandung ini ada di Jalan Dr. Setiabudhi, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia.
Untuk jam bukanya tempat ini buka setiap pukul 09.30 – 20.30 WIB pada hari senin – jumat. Dan pada hari sabtu – minggu pukul 08.30 – 21.30 WIB.
Restoran Penang Bistro adalah sajian segar favorit tradisional dari wilayah melting pot Selat Malaka. Menu kami menawarkan berbagai macam resep terbaik daerah yang disiapkan dengan bahan-bahan segar. Kami membedakan diri kami dengan terus meningkatkan menu kami, menyajikan penawaran berkualitas dengan keramahan yang hangat dalam lingkungan yang nyaman dan akrab.
Temukan Penang Bistro di: Pakubuwono, Kebon Sirih, Oakwood Residence Mega Kuningan, Central Park Mall, Grand Indonesia West Mall, Kota Kasablanka, Pacific Place, Senayan City & Mall Kelapa Gading.